POJOKKATA.COM, Magetan – Sebuah tempat wisata baru bernama “Jalan 1.000 Lubang” mendadak viral di media sosial. Namun, nama tersebut bukanlah promosi wisata biasa, melainkan sindiran tajam dari warga Dusun Nggilis, Desa Nguntoronadi, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan terhadap kondisi jalan yang rusak parah.
Kondisi jalan desa yang rusak parah sepanjang kurang lebih tiga kilometer ini membuat warga geram karena sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Warga pun memasang banner besar di pinggir jalan yang bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Wisata Jalan 1.000 Lubang”. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak tanggap.
Dari pantauan di lapangan, terdapat dua banner yang terpasang. Namun, kedua banner tersebut telah dicopot oleh pemerintah desa setempat. Warga menyampaikan bahwa jalan rusak ini telah membahayakan pengendara dan kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Masyarakat mengeluhkan jalan yang rusak bertahun-tahun tidak diperbaiki, namun tidak digubris oleh pemdes,” ungkap salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya.
Menurutnya, pemerintah desa lebih fokus membangun swalayan daripada memperbaiki jalan.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Nguntoronadi, Basuki Rahmat, melalui perangkat desa, Rohmad, menyatakan bahwa pemerintah desa sudah mengetahui keberadaan banner tersebut dan telah menurunkannya sesuai instruksi kepala desa.
“Kami tahu banner itu, ini tadi sesuai instruksi kepala desa bannernya telah kami turunkan,” ujar Rohmad, Kamis (20/6/2024).
Banner sindiran ini sempat terpasang beberapa hari hingga menjadi perbincangan masyarakat luas. Rohmad menjelaskan bahwa banner tersebut mencerminkan ketidaktahuan warga tentang rencana yang telah disusun oleh pemerintah desa.
“Sebenarnya kami telah menyusun rencana perbaikan jalan di lokasi tersebut dengan anggaran PAD (Pendapatan Asli Desa) tahun ini,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, anggaran tersebut baru bisa direalisasikan pada akhir tahun. “Perbaikan jalan itu sudah dianggarkan dari PAD tahun ini, kami minta masyarakat untuk bersabar,” pungkasnya.
Kondisi jalan rusak yang membahayakan ini menjadi perhatian besar bagi warga Desa Nguntoronadi. Mereka berharap agar pemerintah desa segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan bersama.