POJOKKATA.COM, Magetan – Persiapan ritual adat tahunan Labuhan Telaga Sarangan atau Larung Tumpeng yang dijadwalkan digelar Jumat (16/1/2026) sedikit terganggu. Jalur lingkar sisi barat Telaga Sarangan tertutup total akibat tanah longsor, Kamis (15/1/2026) dini hari.
Longsor terjadi di tebing pinggir jalan kawasan Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Tebing setinggi sekitar tujuh meter ambrol setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak Rabu (14/1/2026) sore hingga Kamis pagi. Material longsoran berupa tanah, bebatuan besar, serta pohon tumbang menutup akses jalan yang biasa dilalui wisatawan.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas wisata di sekitar Telaga Sarangan sempat lumpuh. Jalur lingkar barat yang menjadi salah satu akses utama mobilitas pengunjung tidak bisa dilalui kendaraan.
BPBD Kabupaten Magetan langsung mengerahkan tim reaksi cepat ke lokasi. Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Perhutani, dibantu warga sekitar, diterjunkan untuk melakukan pembersihan material longsor.
“Upaya pembersihan terus kami kebut agar tidak mengganggu rangkaian persiapan ritual adat yang sudah dijadwalkan,” kata Eka Wahyudi, petugas Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Kamis (15/1).
Meski material longsor tergolong masif, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warung warga yang terdampak. Menariknya, salah satu batu besar yang ikut jatuh sebelumnya memang telah dipantau petugas karena posisinya menggantung dan dinilai membahayakan. Dengan jatuhnya batu tersebut, area itu justru dinilai lebih aman untuk ke depan.
Saat ini proses pembersihan masih berlangsung. Petugas menargetkan akses jalan bisa kembali dibuka hari ini juga, mengingat besok tradisi Labuhan Sarangan akan digelar dan diperkirakan menarik banyak wisatawan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi di kawasan lereng Telaga Sarangan. (Gal/PK)



