Panaskan Mesin Partai, PDIP Magetan Tata Ulang Struktur hingga Akar Rumput

0

POJOKKATA.COM, Magetan — PDI Perjuangan kabupaten Magetan mulai menyiapkan penataan ulang mesin partai sebagai bagian dari konsolidasi menuju organisasi partai modern. Langkah ini mengacu pada arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) serentak se-Jawa Timur secara daring, Minggu (18/1/2026).

Dalam Rakorda tersebut, ditegaskan rencana penyegaran kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, hingga dusun. Penyegaran akan dilakukan secara bertahap hingga pertengahan tahun ini, dengan fokus memperkuat struktur paling bawah sebagai fondasi utama kerja politik partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana AV Sasa, menegaskan bahwa penataan organisasi ini tidak sekadar pergantian personal. Lebih dari itu, langkah tersebut dimaksudkan untuk “memanaskan” mesin partai agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan politik yang terus berubah.

“Ranting dan Anak Ranting adalah ujung tombak partai, penghubung langsung antara rakyat dan partai. Karena itu, struktur ini harus diisi kader yang kuat secara ideologis, sekaligus mampu membaca perkembangan zaman,” kata Diana.

Ia menjelaskan, PDI Perjuangan saat ini tengah mendorong transformasi menuju organisasi partai modern. Salah satu instrumen pentingnya adalah digitalisasi kerja-kerja organisasi. Digitalisasi dinilai krusial untuk mempercepat komunikasi internal, menertibkan dan mengintegrasikan data kader, serta memperluas jangkauan pelayanan partai kepada masyarakat.

“Kerja partai ke depan menuntut sistem yang lebih rapi, respons yang lebih cepat, dan pengelolaan data yang tertib. Ini membuka ruang lebih luas bagi kader-kader muda yang melek teknologi dan terbiasa bekerja secara kolaboratif,” ujarnya.

Menurut Diana, kader muda tidak ditempatkan sebagai pelengkap semata. Mereka diproyeksikan menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan partai. Namun demikian, keterbukaan terhadap generasi muda tetap harus dibingkai dengan disiplin organisasi serta pemahaman ideologi yang kuat.

“Modern tidak berarti meninggalkan nilai. Adaptif bukan berarti kehilangan jati diri. Justru ideologi harus diterjemahkan dengan cara yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini,” tegasnya.

Rakorda juga menekankan pentingnya disiplin organisasi, kaderisasi berkelanjutan, serta konsistensi kerja-kerja kerakyatan sebagai penopang utama transformasi partai.

DPC PDI Perjuangan Magetan memastikan seluruh proses konsolidasi dan penyegaran struktur dilakukan sesuai mekanisme organisasi, berjenjang, dan tetap mengedepankan prinsip gotong royong. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini