POJOKKATA.COM, Magetan – Pengalaman mistis kembali menyelimuti Gunung Lawu. Kali ini datang dari cerita seorang pendaki perempuan yang mengaku mengalami kejadian horor saat mendaki Gunung Lawu dalam kondisi haid. Kisah tersebut viral setelah diunggah melalui akun TikTok @Aysrtk pada 10 Desember 2025.
Dalam unggahannya, pendaki tersebut menceritakan pengalamannya saat turun dari Pos 2 menuju Pos 1 jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan. Ia mengaku berjalan sendirian ketika melihat sosok perempuan berbaju putih duduk di atas batu. Tak berhenti di situ, kejadian berlanjut saat ia melanjutkan perjalanan menuju basecamp.
“Naik Lawu via Cemoro Sewu kondisi lagi haid. Turun dari Pos 2 ke Pos 1 bener-bener sendirian. Aku ngelihat mbak-mbak baju putih di atas batu. Dari Pos 1 menuju BC aku bener-bener ngelihat dua pocong di sela-sela pohon cemara,” tulis akun @Aysrtk.
Unggahan tersebut disertai video kondisi jalur pendakian Cemoro Sewu yang tampak berkabut tebal.
Video itu menyedot perhatian warganet. Hingga kini, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari seribu kali, menuai ratusan komentar, dan meraih sekitar 15 ribu tanda suka.
Beragam tanggapan pun bermunculan di kolom komentar. Sebagian warganet mengaitkan pengalaman tersebut dengan pantangan mendaki Gunung Lawu saat haid. Akun Raden Roro menulis, pantangan Gunung Lawu adalah tidak mendaki saat haid karena diyakini bisa memicu kejadian mistis. Ia mengaku pernah mengalami hal serupa.
Namun, tak sedikit pula yang menilai pengalaman tersebut bersifat subjektif. Akun @Joan menyebut bahwa kejadian mistis bisa jadi hanya sugesti pikiran.
Sementara akun @bulan mengaku dua kali mendaki Lawu via Cemoro Sewu saat haid dan tidak mengalami gangguan apa pun.
“Semua tergantung pikiran kita masing-masing,” tulisnya.
Ada pula komentar yang lebih menenangkan. Akun @RAFFLESIA mengingatkan agar tidak berpikiran negatif, sementara @Rey__ bersyukur pendaki tersebut selamat hingga kembali ke rumah.
Gunung Lawu memang dikenal lekat dengan cerita-cerita mistis. Sejumlah pendaki mengaku pernah melihat sosok “Mbok”, wanita berbaju putih, hingga pocong di jalur pendakian. Bahkan, ada kisah pendaki dari Kalimantan yang mengaku bertemu pocong berukuran raksasa. Cerita Pasar Setan di Pos 5 jalur Cetho juga kerap muncul, dengan gambaran pasar gaib bernuansa Jawa kuno yang ramai aktivitas.
Selain faktor cerita turun-temurun, kondisi geografis Gunung Lawu yang sering berkabut dengan medan terjal kerap memicu kepanikan, terutama saat pendaki turun menjelang gelap. Hal itu dinilai memperkuat kesan mistis gunung yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut.
Meski demikian, pengelola dan pegiat pendakian kerap mengingatkan agar pendaki tetap mengutamakan keselamatan, menjaga etika, serta mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Terlepas dari percaya atau tidaknya pada hal mistis, Gunung Lawu tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pendaki yang melintas. (*)



