POJOKKATA.COM, Magetan – Ramainya keluhan siswa dan wali murid terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung direspons pimpinan DPRD Kabupaten Magetan. Lembaga legislatif itu turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah penerima manfaat.
Ketua DPRD Magetan, Suratno (Kang Ratno), bersama Wakil Ketua DPRD H. Puthut Pujiono, menyasar sekolah di wilayah Kecamatan Parang dan Ngariboyo. Langkah ini untuk memastikan kualitas serta kelayakan menu yang diterima para siswa.
Kang Ratno menegaskan, sidak merupakan bentuk tanggung jawab DPRD dalam mengawal program nasional agar berjalan sesuai ketentuan.
“Kami hadir untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Tadi kami melihat langsung pembagian menu MBG di MI Terpadu Nurul Amal. Secara umum, menu yang dibagikan sudah sesuai dengan standar dari Badan Gizi Nasional,” ujarnya, Rabu (25/2).
Meski demikian, pihaknya tetap memberi catatan. Ia menilai masukan masyarakat perlu dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran, terutama bagi siswa di wilayah pelosok.
Menurut Kang Ratno, secara umum menu yang dikirim ke sekolah sudah tergolong layak. Namun, pemahaman terkait besaran anggaran per jenjang pendidikan perlu disosialisasikan lebih luas agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Magetan H. Puthut Pujiono menambahkan alokasi MBG memang dibedakan berdasarkan jenjang. Untuk PAUD hingga kelas III SD sebesar Rp 8.000 per porsi, sedangkan kelas IV SD hingga SMA/SMK sebesar Rp 10.000.
Ia menekankan pentingnya transparansi dari mitra pelaksana. Ke depan, setiap menu diminta mencantumkan rincian harga serta kandungan nutrisi.
“Ke depan, mitra pelaksana wajib mencantumkan rincian harga dan kandungan nutrisi di setiap menu. Ini penting sebagai bentuk transparansi dan pengawasan penggunaan anggaran negara,” tegasnya.
Puthut juga menyoroti banyaknya komentar publik terkait variasi menu. DPRD, kata dia, tidak dalam posisi menentukan harga, tetapi menjalankan fungsi pengawasan agar program berjalan efektif.
Ia berharap satuan tugas (satgas) MBG di Kabupaten Magetan yang telah terbentuk bisa lebih proaktif merespons keluhan. Menurutnya, program strategis pemerintah ini jangan sampai kehilangan kepercayaan publik karena persoalan teknis di lapangan.
“Sayang program ini sudah dikucurkan kalau tidak tepat dan tidak efisien. Harapannya program ini benar-benar mendukung generasi emas 2045,” imbuhnya.
Dalam sidak tersebut, pimpinan DPRD juga menyempatkan berdialog dengan para siswa, termasuk di SMPN 2 Ngariboyo. Mereka memberi motivasi agar para pelajar terus berprestasi.
DPRD Magetan berharap pengawasan langsung di lapangan dapat mendorong pelaksanaan Program MBG semakin optimal serta mampu menjawab harapan masyarakat. (Gal/PK)



