POJOKKATA.COM, MAGETAN – Semangat gotong royong ditunjukkan kader PDI Perjuangan Kabupaten Magetan. Partai berlambang banteng itu menggelar buka puasa bersama sekaligus santunan bagi kaum dhuafa, yatim piatu, dan penyandang disabilitas, Sabtu (14/3/2026) sore.
Kegiatan berlangsung di Wisma Perjuangan DPC PDIP Magetan tersebut, melibatkan struktur partai dari berbagai tingkatan.
Acara sosial tersebut diikuti pengurus PAC, DPC, hingga kader yang duduk di legislatif tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat. Sekitar seratus lebih penerima santunan hadir dan mendapatkan bantuan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ketua DPC PDIP Magetan, Diana Amaliyah Verawati Ningsih, mengatakan kegiatan itu menjadi momentum mempererat solidaritas kader sekaligus mendekatkan partai dengan masyarakat.
Menurut politisi yang akrab disapa Diana itu, santunan yang diberikan mungkin tidak besar, namun diharapkan mampu memberi kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bagian dari gotong royong kader partai untuk berbagi kasih. Harapannya bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang akan menyambut Lebaran,” ujarnya.
Diana juga menegaskan Wisma Perjuangan merupakan hasil perjuangan para senior partai. Karena itu, kader penerus memiliki kewajiban merawat dan menjadikannya sebagai rumah besar kaum nasionalis di Magetan.

Ke depan, aula gedung tersebut direncanakan dibuka untuk masyarakat umum. Gedung Wisma DPC PDI Perjuangan mampu menampung kapasitas hingga 500 orang.
“Bisa digunakan untuk seminar, pertemuan, hingga resepsi. Fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan badminton juga akan disiapkan. Bahkan, area anak muda dengan konsep ruang kreatif dan tempat nongkrong akan dibangun di sisi barat gedung,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Budi Sulistiyono, yang turut hadir menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif untuk mendekatkan partai dengan masyarakat.
Menurutnya, rumah partai harus terbuka sebagai ruang aspirasi rakyat.
“Partai wajib menyerap aspirasi dan memberi solusi, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ini penting agar masyarakat merasa memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan,” kata politisi yang akrab disapa Kanang itu. (Gal/PK)



