POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pesona Telaga Sarangan masih sulit tergeser sebagai magnet wisata saat libur Lebaran. Meski terjadi tren penurunan kunjungan dibanding tahun lalu, destinasi andalan Kabupaten Magetan itu tetap dibanjiri puluhan ribu pelancong.
Selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, total kunjungan wisatawan ke kawasan Sarangan mencapai 54.849 orang. Lonjakan signifikan terjadi menjelang puncak arus balik Lebaran.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, kunjungan harian terus meningkat. Mulai dari 1.073 wisatawan pada 18 Maret, kemudian berturut-turut naik menjadi 2.045 (19/3), 2.485 (20/3), dan 3.083 (21/3).
Lonjakan mulai terlihat pada 22 Maret dengan 9.512 pengunjung, lalu mencapai puncaknya pada 23 Maret sebanyak 17.635 orang dan 24 Maret dengan 19.016 wisatawan.
Kepala Disbudpar Magetan, Suwito, menyebut capaian tersebut masih menunjukkan performa positif, meski mengalami penyusutan sekitar 5 persen dibandingkan Lebaran 2025.
“Puncak arus wisatawan terjadi pada 23–24 Maret 2026. Dalam dua hari tersebut, belasan ribu pengunjung memadati kawasan Sarangan,” ujarnya, Selasa (24/3).
Secara keseluruhan, geliat sektor pariwisata di Kabupaten Magetan juga terbilang tinggi. Tercatat sekitar 41.000 wisatawan tersebar di 26 destinasi wisata lain selama periode libur Lebaran tahun ini.
Menurunnya angka kunjungan di Sarangan, menurut Suwito, tidak lepas dari sejumlah faktor eksternal. Kondisi ekonomi makro dan dinamika global dinilai memengaruhi daya beli masyarakat, termasuk minat untuk berwisata.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi variabel penting. Kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk bepergian.
Untuk mengantisipasi berbagai risiko, Pemkab Magetan menerapkan langkah mitigasi terpadu. Disbudpar bersinergi dengan BPBD dalam pengamanan dan keselamatan, serta menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna menjaga kebersihan kawasan wisata.
Di sisi lain, rekayasa lalu lintas diberlakukan untuk mengurai kepadatan di jalur menuju Sarangan. Tahun ini, inovasi juga dilakukan melalui optimalisasi sistem digital untuk meningkatkan pelayanan.
“Upaya digitalisasi terus kami dorong untuk mempermudah akses dan koordinasi di lapangan, sehingga pengalaman berwisata tetap aman dan berkesan,” pungkasnya. (Gal/PK)



