POJOKKATA.COM, NGAWI – Momentum Lebaran dimanfaatkan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan (PDIP) Magetan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas isu strategis. Halalbihalal yang digelar di kediaman Budi Sulistiono—akrab disapa Kanang—berlangsung hangat, namun sarat pembahasan serius terkait krisis energi hingga arah sikap partai di tengah tekanan global.
Dalam forum tersebut, Kanang menegaskan bahwa dinamika global saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kenaikan harga energi dunia, termasuk BBM, dinilai memiliki efek domino yang langsung dirasakan masyarakat hingga ke daerah.
“Dampak global itu nyata. Ketika harga energi naik, efeknya berantai. Transportasi naik, bahan pokok naik, dan yang paling terpukul adalah rakyat kecil,” ujarnya.
Anggota DPR RI itu mengingatkan, kondisi tersebut menuntut kepekaan politik kader partai. Menurutnya, PDIP harus hadir sebagai penyambung suara rakyat sekaligus pengontrol kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada masyarakat.
“Jangan sampai partai justru jauh dari rakyat ketika rakyat sedang tertekan. Kader harus turun, mendengar langsung, dan memastikan kebijakan negara tetap berada di jalur keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.
Selain isu ekonomi, Kanang yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur menyoroti pentingnya konsolidasi internal. Ia mengakui, dinamika politik nasional belakangan memunculkan berbagai gejolak yang turut dirasakan masyarakat.
“Kita harus jujur, ada kebijakan yang dirasakan masyarakat belum sepenuhnya berpihak. Di sinilah peran partai diuji,” katanya.

Ketua DPC PDIP Magetan, Diana Sasa, menyatakan pihaknya siap menerjemahkan arahan tersebut dalam kerja konkret. Ia menegaskan, di tengah tekanan ekonomi, partai tidak boleh sekadar hadir dalam ruang formal, melainkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dalam kondisi seperti sekarang, partai harus hadir sebagai pelindung rakyat. Tidak cukup hanya bicara politik, tapi harus nyata di lapangan,” ujarnya.
Diana memastikan, konsolidasi akan diperkuat hingga ke tingkat akar rumput. Kader diminta aktif menyerap aspirasi sekaligus mengawal kebijakan agar tidak semakin membebani masyarakat.
“Kedekatan dengan rakyat bukan slogan. Ini kerja harian. Kita harus lebih sering turun, lebih berani menyuarakan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Dikenal sebagai pengampu wilayah Ngawi, Magetan, dan sekitarnya, Kanang selama ini aktif membangun komunikasi dengan struktur partai hingga basis bawah.
Melalui halalbihalal ini, DPC PDIP Magetan menegaskan komitmennya untuk tetap solid secara internal sekaligus konsisten berada di garis perjuangan rakyat di tengah tekanan ekonomi dan dinamika politik yang terus berkembang.
“Partai ini besar karena rakyat. Maka dalam kondisi apapun, kita tidak boleh jauh dari rakyat,” pungkas Diana. (Gal/PK)



