POJOKKATA.COM, MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan membawa “amunisi” besar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027. Sebanyak 915 pokok-pokok pikiran (pokir) hasil serapan aspirasi masyarakat disodorkan agar pembangunan daerah tidak melenceng dari kebutuhan riil warga.
Ketua DPRD Magetan, Suratno, menegaskan ratusan usulan tersebut bukan sekadar formalitas. Semua berasal dari hasil reses, rapat dengar pendapat (RDP), hingga kunjungan lapangan di seluruh daerah pemilihan (dapil).
“Total ada 915 usulan. Ini hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang kami kawal sejak awal hingga Musrenbang. Harapannya bisa disinergikan dengan RKPD 2027,” ujarnya saat Musrenbang di Pendapa Surya Graha, Kamis (26/3).
Menurut dia, penyelarasan antara pokir DPRD dan rencana kerja pemerintah daerah menjadi kunci meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Tanpa itu, program berpotensi tidak tepat sasaran.
Pokir yang disampaikan mencakup berbagai sektor strategis. Mulai pendidikan, lingkungan hidup, perumahan, hingga pemberdayaan UMKM. Selain itu juga menyasar sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, sosial, hingga pengembangan kawasan permukiman kumuh.
“Semua bidang kami sentuh. Tujuannya jelas, menjembatani kebutuhan desa, kecamatan, hingga kabupaten,” tegasnya.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Suratno mengingatkan adanya tantangan serius, terutama berkurangnya dana desa dan keterbatasan keuangan daerah. Kondisi ini menuntut pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas.
“Ini jadi PR bersama. Peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan sebagai garda pembangunan desa,” katanya.
Ia juga menyoroti belum optimalnya realisasi sejumlah program sebelumnya. Termasuk persoalan kemiskinan yang masih terkonsentrasi di beberapa wilayah seperti Panekan dan Parang.
Di sisi lain, DPRD mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) tanpa harus menaikkan pajak. Salah satu caranya dengan meminimalkan kebocoran dan memperbaiki sistem pengelolaan.
“Contohnya e-ticketing di Sarangan, parkir, pajak hotel dan restoran. Ini potensi besar kalau dikelola maksimal,” imbuhnya.
Tak hanya itu, DPRD juga mengusulkan penguatan konektivitas wilayah. Di antaranya pembukaan akses transportasi lintas daerah seperti rute Ngawi–Bojonegoro–Sarangan melalui Damri.
Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian dan peningkatan kunjungan wisata. Terlebih, Magetan memiliki potensi hortikultura yang selama ini sudah memasok ke daerah lain.
“Kalau akses terbuka, pasar makin luas. Ada sekitar sepuluh pasar kecamatan yang bisa terhubung. Ini peluang besar bagi petani dan sektor wisata,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh usulan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tidak semua bisa direalisasikan sekaligus.
Musrenbang, lanjut dia, harus menjadi forum substantif, bukan sekadar agenda tahunan. Forum ini diharapkan benar-benar menjadi ruang uji publik untuk menyempurnakan RKPD 2027.
“Musrenbang ini wadah semua stakeholder. Di sini kita samakan persepsi, menyepakati untuk mewujudkan Magetan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Gal/PK)



