POJOKKATA.COM, Magetan – Inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dikembangkan Pemerintah Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan menuai apresiasi dari Tim Penilai HKG dan Lomba Desa 2026 Kabupaten Magetan.
Program unggulan bertajuk “Halo Mbah Lurah!” dinilai menjadi terobosan yang memudahkan akses layanan administrasi bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Tim Penilai, Yuni Pratiwi yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Magetan, saat kunjungan lapang di Desa Kediren, Rabu (1/4).
Kunjungan itu dilakukan karena Desa Kediren mewakili Kecamatan Lembeyan dalam Lomba Desa dan Lomba 10 Program Pokok PKK tingkat kabupaten tahun ini.
Menurut Yuni, inovasi yang dihadirkan Desa Kediren tergolong unik dan belum banyak ditemukan di desa lain di Kabupaten Magetan.
“Selama kami melakukan penilaian di beberapa desa, belum ada inovasi seperti ini. Ini menjadi nilai lebih bagi Desa Kediren,” ujarnya.
Program “Halo Mbah Lurah!” memungkinkan masyarakat mengurus berbagai keperluan administrasi secara daring dari rumah. Warga cukup mengakses aplikasi, mengisi data, memilih jenis layanan, dan memantau prosesnya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Setelah data diverifikasi oleh operator, dokumen dapat dicetak secara mandiri oleh masyarakat atau diambil di balai desa tanpa harus antre. Sistem ini dinilai mampu memangkas waktu layanan sekaligus meningkatkan transparansi.
“Inovasi ini jelas memudahkan masyarakat. Pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan tidak berbelit,” tambahnya.
Program digital tersebut resmi diluncurkan pada 21 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya pemerintah desa meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kehadiran layanan ini juga menjadi bukti adaptasi desa terhadap perkembangan teknologi.
Dengan keunggulan tersebut, Desa Kediren optimistis mampu bersaing dalam Lomba Desa 2026 sekaligus menjadi contoh pengembangan layanan publik berbasis digital di tingkat desa. (Gal/PK)



