POJOKKATA.COM, Magetan – Inovasi sektor pertanian, teknologi Generator Plasma Ozon di Magetan yang diklaim mampu menjaga kesegaran cabai dan sayuran hingga tiga bulan. Terobosan ini dinilai menjadi solusi strategis bagi petani untuk menghadapi fluktuasi harga pasar.
Inovasi teknologi pertanian tersebut dikembangkan di lingkungan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan. Dengan sistem ozon yang terintegrasi dalam cold storage, hasil panen hortikultura dapat disimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitas kesegarannya.
Bupati Magetan Nanik Sumantri meninjau langsung pemanfaatan Generator Plasma Ozon di Kantor DTPHP Magetan, Selasa (13/1). Kunjungan tersebut dilakukan usai penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani setempat.
Menurut Bupati Nanik, teknologi ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yang kerap dihadapi petani, khususnya saat harga cabai dan sayuran anjlok di pasaran.
“Generator plasma ini adalah inovasi yang sangat membantu petani di Magetan. Terutama saat harga cabai dan sayuran sedang turun, hasil panen bisa dimasukkan ke cold storage yang dilengkapi sistem ozon ini,” ujarnya.
Dengan teknologi tersebut, sayuran dan cabai dapat bertahan dalam kondisi segar hingga tiga bulan. Kondisi ini memberi ruang bagi petani untuk tidak terburu-buru menjual hasil panen saat harga rendah.
“Jadi jika sewaktu-waktu harga jatuh, kita simpan dulu. Nanti ketika harga sudah kembali normal atau membaik, baru dikeluarkan dan dijual kembali,” tambah perempuan yang akrab disapa Bunda Nanik itu.
Ia menegaskan, mekanisme ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian petani sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura di pasaran. Pemerintah daerah pun mendorong agar teknologi tepat guna tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.
Pemkab Magetan berharap, pengembangan Generator Plasma Ozon ke depan dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Inovasi ini juga diharapkan mampu menjadikan Magetan sebagai salah satu daerah percontohan penerapan teknologi pascapanen di Jawa Timur. (Gal/PK)



