POJOKKATA.COM, PONOROGO – Pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini menjadi perhatian serius jajaran Polres Ponorogo. Melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, aparat kepolisian memprioritaskan pengawasan pada jalur mudik rawan longsor.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan pemudik sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam operasi tahunan ini, Polres Ponorogo menyiagakan enam pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis. Rinciannya, empat pos pengamanan (pospam) didirikan di kawasan Mlilir yang menjadi perbatasan
Ponorogo–Madiun, kawasan wisata Telaga Ngebel, Dengok, serta Pasar Legi. Sementara dua pos pelayanan (posyan) ditempatkan di Paseban Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan, pengamanan juga diperkuat di jalur menuju Pacitan. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam apabila terjadi gangguan keamanan maupun bencana seperti longsor.
“Di arah Pacitan juga ada pospam. Jadi apabila ada gangguan kamtibmas termasuk terjadi longsor, masyarakat bisa menghubungi Call Center 110. Kami akan merespons secepat mungkin,” ujarnya, Sabtu (14/3).
Selain fokus pada pengamanan arus lalu lintas, kepolisian juga telah memetakan sejumlah jalur rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik.
Di antaranya jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo–Trenggalek yang memiliki kontur perbukitan serta rawan longsor saat musim hujan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut, kepolisian berkoordinasi dengan berbagai instansi lintas sektor guna menyiapkan personel serta sarana prasarana di titik rawan.
“Apabila terjadi longsor, kami akan langsung bergerak melakukan evakuasi agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, total 380 personel gabungan dikerahkan. Sebanyak 280 personel berasal dari kepolisian, sedangkan 100 personel lainnya merupakan dukungan dari instansi terkait.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar meski dihadapkan pada potensi cuaca ekstrem dan bencana alam. (Gal/PK)



