POJOKKATA.COM, Magetan – Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, tampil percaya diri saat menerima tim penilai Lomba Desa dan Lomba 10 Program Pokok PKK tingkat Kabupaten Magetan 2026, Rabu (1/4/2026).
Desa ini ditunjuk sebagai wakil Kecamatan Lembeyan berkat potensi lokal dan inovasi yang dinilai berkembang pesat.
Tim penilai yang datang disambut di Kantor Desa Kediren. Penilaian dilakukan oleh Tim II HKG dan Lomba Desa 2026 Kabupaten Magetan yang dipimpin Sekretaris TP PKK Magetan, Ambarwati Welly Kristanto, didampingi Sekretaris Dinas PMD Magetan, Yuni Pratiwi, bersama jajaran OPD terkait.
Dalam proses penilaian, Pemdes Kediren memaparkan berbagai capaian dan program unggulan. Tim kemudian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek tata kelola pemerintahan, kewilayahan, hingga kemasyarakatan. Tak hanya itu, pelaksanaan 10 program pokok PKK juga menjadi fokus penilaian.
Penilaian tidak berhenti di atas kertas. Tim juga turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan data dengan kondisi riil di desa, termasuk meninjau sejumlah kelompok kerja (pokja) yang menjadi ujung tombak kegiatan masyarakat.
“Penilaian mencakup banyak aspek, mulai administrasi, aset, inovasi pelayanan, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa,” ujar Yuni Pratiwi.
Ia menambahkan, dari 18 desa perwakilan kecamatan di Magetan, nantinya desa terbaik akan maju ke tingkat provinsi. Namun, desa yang lolos tetap harus melalui seleksi administrasi lanjutan di tingkat provinsi.
Sementara itu, Ambarwati Welly Kristanto mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan Desa Kediren. Menurutnya, tidak hanya dari sisi administrasi pemerintahan, inovasi dalam program PKK juga dinilai menonjol.
“Banyak inovasi menarik, bahkan kami cukup terkejut dengan kreativitas di lapangan. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor juga terlihat kuat,” ungkapnya.
Kepala Desa Kediren, Wakino, menjelaskan bahwa desanya memiliki basis ekonomi pertanian dengan komoditas unggulan jagung, selain padi. Berbagai program difokuskan untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, mulai dari irigasi, penanaman, hingga pengeringan hasil panen.
Selain sektor pertanian, pihaknya juga menaruh perhatian pada bidang kesehatan, pendidikan, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat desa.
“Keikutsertaan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ajang evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan desa,” kata Wakino.
Dalam lomba kali ini, Desa Kediren menyiapkan empat pokja utama, yakni ketahanan pangan berbasis pekarangan, layanan kesehatan, kemasyarakatan, dan pendidikan.
Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah program digital “Halo Mbah Lurah!”. Aplikasi ini memudahkan warga mengurus administrasi secara mandiri dan daring. Warga cukup mengisi data, memilih layanan, serta memantau proses menggunakan NIK tanpa harus antre di balai desa.
Program yang diluncurkan pada 21 Desember 2025 itu menjadi bukti komitmen Pemdes Kediren dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik berbasis teknologi.
Wakino menegaskan, pihaknya bersama seluruh perangkat dan masyarakat telah berupaya maksimal menampilkan yang terbaik.
“Hasil akhir kami serahkan kepada tim penilai, namun harapan kami tentu bisa melangkah ke tingkat berikutnya,” pungkasnya. (Gal/PK)



