POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pesona batik khas Magetan kembali mencuri perhatian dalam ajang Fashion Show Batik Bambu, Rabu (17/6/2026). Angella Cristiyani (13) perwakilan SDN 1 Magetan, sukses meraih penghargaan The Best Costume berkat penampilannya mengenakan Batik Pring Sedapur bernuansa merah dan hitam.
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Bambu Magetan yang berlangsung pada 12–21 Juni 2026 di GOR Ki Mageti.
Puluhan peserta dari berbagai jenjang pendidikan tampil memamerkan kreasi busana berbahan dan bermotif bambu dalam ajang yang digelar sejak sore hingga malam hari itu.
Bagi Angella, pengalaman tersebut menjadi momen spesial. Sebab, ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti lomba fashion show.
“Didukung oleh mama, dibantu persiapannya untuk ikut lomba ini. Alhamdulillah dapat Best Costume, semoga ini bisa menjadi semangat saya,” ungkap Angella usai menerima penghargaan.
Siswi yang baru diterima di SMPN 1 Magetan itu mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan bakatnya di dunia modeling. Prestasi yang diraih menjadi suntikan semangat untuk terus mencoba berbagai kompetisi serupa di masa mendatang.
“Semoga ini bisa diikuti oleh teman-teman yang lain. Saya bakal semangat mengikuti lomba lagi,” ujarnya.
Busana yang dikenakan Angella mengangkat motif Batik Pring Sedapur, salah satu batik khas Kabupaten Magetan yang berasal dari Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan. Motif tersebut terinspirasi dari lebatnya rumpun bambu di lereng Gunung Lawu dan sarat makna tentang kerukunan serta kebermanfaatan bagi sesama.

Panitia penyelenggara, Kak WW, menjelaskan bahwa lomba dibagi menjadi empat kategori, yakni TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA. Masing-masing kategori memiliki pemenang tersendiri, mulai juara 1, juara 2, juara 3, harapan 1, harapan 2, harapan 3, hingga penghargaan Best Costume.
“Kategorinya dipisah berdasarkan jenjang pendidikan supaya lebih adil. Tidak mungkin peserta TK disatukan dengan SD atau SMP,” jelasnya.
Meski peserta diundamg dari perwakilan sekolah, panitia tetap membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi.
Menurutnya, tema batik bambu dipilih karena selaras dengan semangat Festival Bambu yang digelar oleh DLHP Kabupaten Magetan.
Dari berbagai motif batik yang dimiliki Magetan, panitia sengaja memfokuskan kompetisi pada motif dan unsur bambu sebagai identitas acara.
“Karena ini Festival Bambu, maka yang kami angkat memang khusus batik bambu. Magetan punya banyak motif batik, tetapi kali ini fokusnya pada bambu,” terangnya.
Sementara itu, penghargaan Best Costume diberikan kepada peserta yang mampu menampilkan konsep busana dengan unsur bambu paling kuat dan menyeluruh.
“Penilaiannya melihat keseluruhan kostum. Yang mendapatkan Best Costume benar-benar menampilkan gambaran bambu secara utuh, tidak sekadar sebagian atau dicampur elemen lain,” katanya.
Ke depan, panitia berharap ajang serupa dapat terus dikembangkan untuk melahirkan talenta-talenta baru di bidang modeling sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Magetan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami ingin muncul talenta-talenta baru dari Magetan. Bahkan ke depan harapannya bisa mengundang peserta dari daerah lain sehingga dunia modeling dan kreativitas fashion di Magetan semakin berkembang,” pungkasnya. (Gal/PK)



