POJOKKATA.COM, Magetan – Upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga terus didorong di Kabupaten Magetan. Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping menggandeng Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Magetan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pemasaran dan peningkatan nilai tambah produk perikanan di Rumah Aspirasi Sedulur Mas Riyono, Jambangan, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 24 kelompok usaha bersama (KUB) pengolah hasil perikanan. Menariknya, sekitar 90 persen peserta merupakan kaum ibu yang selama ini mengembangkan usaha olahan ikan skala rumah tangga.
Riyono Caping mengatakan, ikan merupakan sumber protein yang mudah diperoleh dengan harga relatif terjangkau. Karena itu, budaya gemar makan ikan (Gemarikan) perlu terus diperkuat melalui beragam inovasi produk olahan.
“Ikan dengan berbagai bentuk hasil pengolahan sangat penting bagi peningkatan gizi masyarakat. Mulai ikan segar, ikan marinasi siap saji, keripik ikan hingga berbagai produk lainnya disukai semua kalangan,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah hasil perikanan, tetapi juga memperluas peluang pasar sehingga mampu mendongkrak pendapatan keluarga.
“Kehadiran 24 kelompok pengolah perikanan yang 90 persen anggotanya ibu-ibu sangat penting untuk menambah ilmu sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka,” kata legislator asal Magetan itu.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi mengenai diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah hasil perikanan. Berbagai produk yang dikembangkan di antaranya bandeng presto, keripik ikan nila, produk frozen food, nugget ikan, abon ikan, pepes ikan hingga sambal ikan tuna.
Riyono menyebut perkembangan usaha para peserta cukup beragam. Sebagian pelaku usaha bahkan telah mampu membukukan omzet hingga Rp 10 juta per bulan, sementara lainnya berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 2 juta bagi pelaku usaha yang baru merintis.
“Ada yang omzetnya sudah Rp 10 juta per bulan, ada juga Rp 5 juta, dan ada yang baru merintis sekitar Rp 2 jutaan. Melalui pendampingan penyuluh perikanan, kami berharap usaha mereka terus berkembang karena nilai tambah produk akan meningkatkan harga jual,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi sektor perikanan di Magetan masih sangat besar. Produksi budidaya ikan mencapai sekitar 1.350 ton per tahun, sedangkan hasil perairan umum mencapai 37,4 ton dengan dominasi sungai dan waduk sebagai sentra budidaya ikan air tawar.
Riyono berharap pelatihan semacam ini mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha perikanan yang mandiri sekaligus mempercepat terwujudnya budaya gemar makan ikan di tengah masyarakat.
“Peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung bersama pelatih yang berpengalaman. Semangat mereka untuk meningkatkan mutu usaha perikanan juga sangat tinggi,” pungkas anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII tersebut. (Gal/PK)



