Suporter Soroti PAD Sewa Stadion Ponorogo, DPRD Dorong Tambahan Anggaran 2027

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO — Pengelolaan Stadion Ponorogo menjadi sorotan oleh Elemen suporter, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sipil. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo diminta lebih terbuka mengenai pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sewa stadion.

Tuntutan itu disampaikan dalam audiensi terbuka bersama DPRD dan Pemkab Ponorogo di Gedung DPRD Ponorogo, Kamis (17/9). Selain transparansi PAD, peserta audiensi juga mendorong penambahan alokasi anggaran dalam APBD 2027 untuk perawatan serta peningkatan infrastruktur stadion.

Audiensi dipimpin Wakil Ketua DPRD Ponorogo Pamuji. Hadir pula Kabid Pora Disbudparpora Ponorogo Wakid Purwanto dan Koordinator Audiensi Thiar Anggi, bersama perwakilan kelompok suporter sepak bola Ponorogo.

Koordinator audiensi Thiar Anggi mengatakan, suporter membutuhkan kejelasan sikap pemerintah daerah dan DPRD terkait pembenahan Stadion Ponorogo. Menurut dia, setiap rencana pembangunan harus didukung perencanaan dan desain yang matang agar anggaran yang dikeluarkan efektif dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pengalaman pembangunan Tribun Selatan pada 2013 yang menelan anggaran sekitar Rp3 miliar, kata dia, perlu menjadi bahan evaluasi. Renovasi ke depan diharapkan tidak dilakukan secara parsial, melainkan memiliki konsep yang jelas dan terintegrasi.

“Termasuk penataan tribun, lintasan atletik, pagar pembatas, serta fasilitas untuk berbagai cabang olahraga,” ujarnya.

Sorotan juga diarahkan pada anggaran perawatan stadion. Suporter mempertanyakan penggunaan anggaran perawatan pada 2025 yang disebut mencapai sekitar Rp700 juta.

Mereka meminta penjelasan mengenai perencanaan, penggunaan, hingga hasil dari anggaran tersebut. Dengan begitu, publik bisa mengetahui kesesuaian antara anggaran yang dikeluarkan dengan kebutuhan dan kondisi stadion.

“Pada prinsipnya kami mendukung upaya pemerintah membangun dan memperbaiki Stadion Ponorogo. Harapannya pembangunan dilakukan transparan, tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Thiar.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Pamuji menyatakan transparansi pengelolaan PAD dari sewa stadion memang perlu menjadi perhatian. DPRD juga mendorong adanya tambahan anggaran untuk menunjang fasilitas olahraga pada tahun anggaran 2027.

“Insyaallah pada 2026 telah dialokasikan tambahan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk perbaikan stadion dan masih dimungkinkan adanya penambahan anggaran,” kata Pamuji.

Untuk APBD 2027, DPRD mendorong dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas stadion. Salah satu yang direncanakan adalah pembangunan pagar pembatas antara penonton dan pemain untuk meningkatkan keamanan serta kenyamanan.

Sementara itu, Kabid Pora Disbudparpora Ponorogo Wakid Purwanto mengatakan pemkab terus melakukan pembenahan Stadion Ponorogo. Selain sepak bola, stadion tersebut diarahkan dapat dimanfaatkan untuk atletik dan cabang olahraga lainnya.

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus berupaya melakukan pembenahan Stadion Ponorogo, termasuk menganggarkan pembangunan lintasan atletik,” jelasnya.

Untuk aspek keamanan, pembangunan pagar pembatas antara penonton dan pemain telah direncanakan masuk anggaran 2027. Sedangkan perawatan rumput stadion dilakukan tenaga outsourcing, mulai pemupukan hingga penyiraman. Anggarannya telah disiapkan melalui PAK.

Tak hanya Stadion Ponorogo, pemkab juga menyebut pembenahan fasilitas olahraga lainnya seperti GOR Singodimejo dan Kolam Renang Tirto Menggolo. Pemkab juga akan mencari dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan fasilitas olahraga di daerah.

Mengenai PAD dari sewa stadion, Wakid menjelaskan pemanfaatan stadion oleh masyarakat masih diberikan secara gratis karena kondisi fasilitas belum sepenuhnya layak. Namun, kegiatan yang bersifat komersial dikenakan tarif.
Salah satunya kegiatan JOS JIS Denny Caknan yang dikenai tarif sewa sebesar Rp3,5 juta.

Persoalan transparansi PAD dan arah penggunaan anggaran tersebut kini menjadi salah satu perhatian dalam pembenahan Stadion Ponorogo. Suporter berharap perbaikan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menghasilkan fasilitas olahraga yang layak bagi atlet, pemain, suporter, dan masyarakat. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini