POJOKKATA.COM, MAGETAN – Kebakaran hutan yang sempat melanda kawasan Gunung Lawu di wilayah Kabupaten Magetan akhirnya berhasil dipadamkan. Seluruh titik api dipastikan sudah tidak lagi menyala hingga Sabtu (19/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Posko Penanganan Kebakaran Hutan Gunung Lawu resmi ditutup. Meski demikian, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, kepastian padamnya seluruh titik api diperoleh setelah petugas melakukan pemantauan langsung serta berkoordinasi dengan BPBD Ngawi.
“Seluruh titik api kebakaran hutan yang sempat melanda kawasan Gunung Lawu di wilayah Kabupaten Magetan kini sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya,” kata Eka.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di dua lokasi. Titik pertama berada di kawasan perbatasan Desa Jabung, Magetan, dengan Desa Karangrejo, Ngawi, pada Senin (14/9). Kebakaran berikutnya terjadi di wilayah Desa Getasanyar pada Rabu (16/9).
Total luas kawasan hutan yang terdampak diperkirakan mencapai 17 hektare. Rinciannya, sekitar 9 hektare berada di kawasan Jabung dan 8 hektare di Getasanyar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemadaman melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Perhutani, Tagana, relawan, LMDH, hingga masyarakat setempat.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga membuat sekat bakar atau jalur ilaran sepanjang lebih dari 4,6 kilometer. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.
Eka menegaskan, meski posko resmi ditutup setelah seluruh titik api dinyatakan padam, kewaspadaan belum dihentikan.
Petugas tetap bersiaga di kawasan Gunung Lawu. Posko juga dapat kembali diaktifkan sewaktu-waktu apabila ditemukan titik api baru.
“Posko sudah ditutup karena seluruh titik api sudah padam. Namun, petugas tetap siaga dan posko dapat dibuka kembali jika sewaktu-waktu muncul titik api baru,” ujarnya.
Pemantauan menjadi penting mengingat kondisi kawasan hutan masih rawan terjadi kebakaran. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Lawu juga diminta ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. (Gal/PK)



