POJOKKATA.COM, MAGETAN – Wisuda Siswa Pranatacara Adat Jawa Angkatan III sekaligus peringatan Hari Jadi (Ambal Warsa) ke-4 Paguyuban Pranatacara Kabupaten Magetan digelar di Plaza Ndoyo, Sabtu (19/9/2026) malam.
Sebanyak 45 siswa pranatacara resmi diwisuda setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan uji kompetensi. Mereka diharapkan tidak sekadar memiliki kemampuan menjadi pembawa acara, tetapi juga mampu menjadi bagian dari regenerasi pelestari budaya Jawa di Magetan.
Bupati Magetan Nanik Sumantri mengapresiasi keberadaan Paguyuban Pranatacara yang dinilai ikut menjaga budaya Jawa, khususnya di Magetan yang merupakan bagian dari wilayah budaya Mataraman.
“Selamat atas diwisudanya para pranatacara Angkatan III dan selamat ulang tahun ke-4 untuk Paguyuban Pranatacara Magetan. Semoga paguyuban ini semakin jaya, dikenal luas, dan terus konsisten melestarikan budaya Jawa yang adiluhung,” kata Nanik.
Menurutnya, kemampuan pranatacara tidak sebatas kepiawaian berbicara di depan publik. Seorang pranatacara juga dituntut memahami tata wicara, tata krama, tindak tanduk, hingga tata busana.
Karena itu, para pranatacara diharapkan mampu menjadi teladan ketika berada di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semboyan Paguyuban Pranatacara Magetan, yakni “Memayu Hayuning Kabudayan, Karyenak Tyasing Sasama.”
“Budaya harus dijaga bersama. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan dan komunitas seni budaya yang ada di Magetan,” ujar Nanik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan Suwito menegaskan, wisuda tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi pranatacara di Magetan.
“Dengan wisuda ini akan ada regenerasi lanjutan,” katanya.
Menurut Suwito, Pemkab Magetan juga akan menggandeng paguyuban untuk melakukan pendataan pranatacara yang ada di wilayah Magetan. Pendataan tersebut nantinya diharapkan menghasilkan nomor induk bagi para pranatacara.
“Karena ini kerja sama dengan paguyuban, nanti kita akan memiliki nomor induk. Jadi akan diketahui ada berapa pranatacara atau MC bahasa Jawa di Magetan,” jelasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memetakan potensi sumber daya manusia di bidang budaya. Dengan data yang lebih jelas, pembinaan dan pengembangan pranatacara di Magetan diharapkan bisa dilakukan secara lebih terarah. (Gal/PK)



