POJOKKATA.COM, MADIUN KOTA – Warga dan pedagang di Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun, berharap kegaduhan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan tidak kembali terulang. Mereka ingin aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berjalan normal tanpa dibayangi konflik.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan ngopi bareng bersama Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto di Joglo Aspirasi dan Komunikasi, Joglo Wibowo, Minggu (18/10).
Salah seorang warga Nambangan Kidul, Endra, mengapresiasi ruang komunikasi yang diberikan kepada masyarakat. Dia berharap situasi di lingkungannya tetap aman sehingga warga bisa beraktivitas tanpa terganggu persoalan yang berpotensi memicu konflik.
”Terima kasih kepada Kapolres Madiun Kota yang telah memberikan ruang komunikasi kepada masyarakat. Kami sebagai warga Nambangan Kidul tidak ingin ada kegaduhan. Kami ingin lingkungan tetap aman, tenteram, dan kondusif,” ujar Endra.
Selain persoalan keamanan, warga juga menyoroti keberadaan dan aktivitas kelompok dari Jakarta di lingkungan Nambangan Kidul. Dalam pamflet yang terpasang di tembok padepokan, tercantum pertanyaan dari unsur RT setempat mengenai surat keterangan domisili kelompok tersebut.
Warga turut menaruh perhatian terhadap kegiatan yang menurut mereka kerap mendatangkan massa dari luar Kota Madiun dan berujung kegaduhan. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu ketenteraman masyarakat di kawasan permukiman.
Ketua RT setempat, Riyadi, juga menyampaikan keberatan apabila Jalan Merak Nomor 10 kembali digunakan untuk pelaksanaan Parluh kedua. Keberatan tersebut didasari kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Nambangan Kidul, Doni. Dia menyayangkan apabila kegaduhan kembali terjadi karena dampaknya tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Menurutnya, setiap kegiatan yang berpotensi mendatangkan banyak orang perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar. Dengan begitu, kegiatan yang berlangsung tidak sampai mengganggu ketenteraman maupun mata pencaharian warga.
Bagi masyarakat Nambangan Kidul, menjaga lingkungan tetap kondusif menjadi kepentingan bersama. Mereka berharap setiap pihak mengedepankan komunikasi, menghormati warga setempat, serta menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme yang tertib dan sesuai ketentuan.
Aspirasi tersebut menegaskan bahwa dampak kegaduhan tidak berhenti pada persoalan keamanan. Ketika ketertiban lingkungan terganggu, kehidupan sosial dan roda ekonomi warga juga berpotensi terdampak.
Warga pun berharap Jalan Merak dan kawasan Nambangan Kidul tetap menjadi lingkungan yang aman dan nyaman untuk ditinggali maupun menjalankan usaha. Mereka ingin persoalan yang ada diselesaikan secara tertib tanpa memunculkan kegaduhan baru. (Gal/PK)



