Api Karhutla Gunung Lawu Mendekati Magetan, Pos Siaga Didirikan di Cemorosewu

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu mendapat perhatian serius. Mengantisipasi rambatan api dari wilayah Gondosuli, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, BPBD Magetan bersama sejumlah stakeholder mendirikan Pos Siaga Karhutla di Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Selasa (20/10).

Pendirian pos tersebut mendapat apresiasi dari kalangan relawan. Salah satunya disampaikan Gunadi, anggota Relawan 24 Jam Magetan. Dia menilai, langkah cepat lintas sektor diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas hingga wilayah Magetan.

”Terima kasih atas inisiatif stakeholder. Terutama kepada Kapolres Magetan yang turut mendampingi teman-teman BPBD, Perhutani, dan relawan untuk mengecek lokasi sekaligus menginisiasi pendirian pos siaga,” ujarnya.

Menurut Gunadi, keberadaan pos tersebut menjadi langkah antisipasi menyusul kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gondosuli, Karanganyar. Terlebih, terdapat potensi rambatan api ke arah barat, mendekati kawasan Cemorosewu yang berada di wilayah Magetan.

Sejumlah unsur dilibatkan dalam kesiapsiagaan tersebut. Mulai BPBD, TNI, Polri, Perhutani, hingga potensi relawan, termasuk Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Relawan 24 Jam Magetan.
Melalui pos siaga, personel dan peralatan pendukung disiapkan untuk memantau perkembangan api di kawasan perbatasan. Langkah ini sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat jika muncul ancaman terhadap wilayah Magetan.

Berdasarkan perkembangan situasi pada Selasa siang, rambatan api yang mengarah ke puncak sempat mendekati wilayah Magetan. Namun, kondisi tersebut dapat dikendalikan oleh satuan tugas jalur pendakian Cemorosewu. Setelah itu, rambatan api cenderung bergerak turun ke arah Cetho, Jawa Tengah.

Sementara itu, titik api yang mengarah ke bawah di sisi selatan, kawasan Cemoro Kandang, masih dipisahkan dari wilayah Magetan oleh sekat bakar alami berupa jurang terjal dan kawah. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat rambatan api menuju wilayah Magetan.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan arah rambatan api maupun perkembangan kondisi di lapangan.

Keberadaan Pos Siaga Karhutla di Cemorosewu diharapkan memperkuat pemantauan dan komunikasi lintas sektor. Dengan demikian, potensi meluasnya kebakaran dapat dideteksi sejak dini, sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat, kelestarian hutan, dan lingkungan di kawasan Gunung Lawu. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini