BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan untuk Ponorogo, 3.500 Guru Honorer dan 1.000 Marbot Dapat Perlindungan

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Beragam program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Ponorogo. Mulai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja rentan, beasiswa pendidikan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan rumah layak huni.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Selasa (3/11/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mengapresiasi kontribusi BAZNAS Jatim melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, bantuan yang disalurkan tidak sekadar menyasar kebutuhan dasar. Namun, juga menyentuh aspek perlindungan pekerja, pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang layak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ponorogo, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo. Berbagai bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. BAZNAS Kabupaten Ponorogo berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada 3.500 guru honorer dan 1.000 marbot masjid.

Selain itu, BAZNAS Jatim juga menghadirkan program beasiswa pendidikan mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Di sektor pemenuhan kebutuhan dasar, disiapkan anggaran Rp 150 juta untuk program pipanisasi guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat.

Dukungan terhadap hunian layak juga diberikan melalui pembangunan enam unit Rumah Layak Huni (RLH) oleh BAZNAS Jatim. Sementara BAZNAS Kabupaten Ponorogo turut mengalokasikan bantuan untuk pembangunan empat unit rumah bagi warga yang membutuhkan.

Tak berhenti di situ, sebanyak 44 paket sembako disalurkan melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan aksi donor darah sebagai bagian dari kepedulian terhadap sesama.

Lisdyarita berharap kolaborasi lintas lembaga tersebut terus diperkuat. Sebab, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjawab berbagai persoalan sosial masyarakat.

Keterlibatan BAZNAS, BPJS Ketenagakerjaan, PMI, serta elemen masyarakat lainnya dinilai penting untuk memperluas jangkauan program kesejahteraan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo periode 2026–2031, H. Sukarni, S.Sos., M.M., diharapkan mampu memperkuat koordinasi dengan BAZNAS Jatim. Dengan begitu, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat semakin optimal serta penyalurannya tepat sasaran.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo Dony Eko Setiawan turut terlibat dalam kolaborasi perlindungan pekerja rentan tersebut.

Melalui berbagai program itu, zakat diharapkan tidak hanya menjadi instrumen bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendukung perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini