POJOKKATA.COM, Magetan – Pesona Telaga Sarangan di kaki Gunung Lawu kembali membuktikan diri sebagai magnet utama pariwisata Magetan. Sepanjang 2025, destinasi andalan tersebut dikunjungi 1.094.668 wisatawan. Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 1.080.666 pengunjung.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan menunjukkan, kenaikan kunjungan tersebut berbanding lurus dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata. Sepanjang 2025, PAD pariwisata Magetan mencapai Rp20,2 miliar, naik dari tahun 2024 yang berada di angka Rp20,1 miliar.
Meski demikian, capaian itu masih di bawah raihan tahun 2023 yang sempat menembus Rp20,34 miliar.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Radityo, menjelaskan bahwa realisasi PAD tersebut berasal dari Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu. Sementara kontribusi destinasi wisata lainnya di Magetan belum seluruhnya dihitung.
“Untuk kunjungan Sarangan, tahun 2024 sebanyak 1.080.666 orang, sedangkan tahun 2025 naik menjadi 1.094.668 orang. PAD Sarangan tahun 2024 sebesar Rp20.102.115.000, dan tahun 2025 naik menjadi Rp20.202.819.000,” terang Eka, Senin (5/1/2026).
Lonjakan kunjungan juga terjadi saat libur akhir tahun. Dalam periode libur Natal dan Tahun Baru, tepatnya 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Telaga Sarangan mencatat kunjungan sebanyak 117.447 wisatawan.
Meski menunjukkan tren positif, target PAD pariwisata 2025 sebesar Rp23,3 miliar belum sepenuhnya tercapai. Namun, Pemerintah Kabupaten Magetan menilai capaian tersebut tetap patut diapresiasi di tengah fluktuasi kunjungan wisata sepanjang tahun.
“Peningkatan PAD ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, terutama di Telaga Sarangan yang masih menjadi destinasi unggulan,” imbuh Eka.
Memasuki 2026, Pemkab Magetan kembali menaikkan target PAD sektor pariwisata menjadi Rp23,4 miliar. Sejumlah strategi pun disiapkan, mulai dari pembenahan destinasi, penguatan promosi, hingga optimalisasi retribusi wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Joko Trihono, menilai capaian 2025 tetap membanggakan meski kenaikannya tidak signifikan. Apalagi, sejumlah destinasi wisata di kawasan kaki Gunung Lawu yang sempat viral justru mengalami penurunan kunjungan hingga 70 persen.
“Sepanjang lima tahun terakhir, kita berhasil mempertahankan kisaran Rp20 miliar pendapatan dari Sarangan,” kata Joko, Selasa (6/1/2026).
Menurut Joko, pada 2026 pihaknya akan fokus menggandeng pelaku wisata untuk menyusun paket-paket wisata yang lebih menarik. Misalnya, paket destinasi atau paket retribusi yang menggabungkan tiket masuk dengan wahana seperti kuda tunggang atau perahu.
“Kami juga mengajak wisatawan untuk datang ke Sarangan dan menjadi wisatawan yang cerdas dan bijak,” pungkasnya. (Gal/PK)



