POJOKKATA.COM, PONOROGO – Ratusan atlet pentathlon dari berbagai daerah di Jawa Timur adu kekuatan dan kepiawaian di Ponorogo. Stadion Batoro Katong dan Kolam Renang Tirto Menggolo (KRTM) disulap menjadi arena Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur 2026 yang digelar 13–15 Februari.
Ketua Umum MPI Jawa Timur Dwi Kistiono menilai dua venue tersebut sangat representatif untuk kejuaraan pentathlon. Selain berada dalam satu kawasan, keduanya saling terkoneksi sehingga memudahkan transisi antar nomor.
“Jarak antara lintasan lari dan kolam renang berdekatan dan saling terhubung. Terutama untuk nomor triathle yang mengombinasikan lari, menembak, dan renang dalam satu rangkaian,” ujarnya, Jumat (13/2).
Sekitar 300 atlet dari 18 kabupaten/kota ambil bagian dalam kejurprov kali ini. Mereka bertanding pada nomor laser run, biathle, dan triathle. Laser run memadukan lari dan menembak. Biathle mengombinasikan lari dan renang. Sementara triathle menggabungkan renang, lari, dan menembak dalam satu paket lomba.
Kelas pertandingan dibagi putra dan putri dalam kelompok umur berjenjang. Mulai U-9, U-11, U-13, U-15, U-17, hingga kategori terbuka (open) untuk U-19, junior, dan senior.
Modern pentathlon sendiri merupakan cabang olahraga dengan lima disiplin, yakni lari, renang, menembak, obstacle, dan anggar. Dalam format penuh, atlet harus menuntaskan seluruh disiplin dengan sistem akumulasi poin. Namun, pada kejurprov tahun ini nomor yang dilombakan masih per disiplin.
“Kejurprov tahun ini melombakan nomor per disiplin, yaitu laser run, biathle, dan triathle karena jumlah atlet masih terbatas,” jelas Dwi.
Tuan rumah Ponorogo tak bisa dipandang sebelah mata. Pada Porprov Jatim 2025 lalu, kontingen pentathlon Ponorogo menyabet dua medali emas dan dua perunggu. Bahkan, dalam Prabowo Kejurprov Jatim di Kabupaten Malang dan Kota Madiun, mereka mampu memborong belasan medali.
“Meskipun MPI Ponorogo belum genap dua tahun berdiri, prestasi atletnya sangat menonjol,” tegasnya.
Kejurprov ini tak sekadar adu gengsi antardaerah. Ajang tersebut juga menjadi pintu seleksi menuju kejuaraan nasional (kejurnas) dan seleksi nasional (seleknas) yang direncanakan berlangsung April 2026. Atlet dengan hasil terbaik bakal masuk dalam database pembinaan untuk diproyeksikan ke level lebih tinggi.
“Kami siapkan data dan pemantauan hasil secara detail. Atlet terbaik akan kami dorong masuk kejurnas dan seleknas,” pungkas Dwi. (*)



