POJOKKATA.COM, MAGETAN – Guyuran hujan tak menyurutkan semangat ratusan runner dalam ajang SahurRun Barat Ultra 6K dan 30K yang digelar Sabtu (28/2/2026) malam. Event yang berlangsung hingga menjelang sahur, Minggu (1/3/2026), itu tetap berjalan meriah.
Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Barat ini digagas Komunitas Playon Barat sebagai upaya mengalihkan fenomena balap lari liar yang sempat viral di wilayah Magetan, khususnya Kecamatan Barat dan Maospati, menjadi aktivitas yang lebih positif dan terorganisir.
Perhelatan perdana tersebut menghadirkan dua kategori lomba, yakni 6 kilometer dan 30 kilometer. Start dan finish dipusatkan di Kantor Kecamatan Barat.
Untuk kategori 6K, peserta menempuh rute: Kantor Kecamatan Barat – Jalan Pasar Legi – Tugu Jam Barat – Tugu Tebon – Jembatan Ndanguk – Ngumpul sisi Barat – Gerbang Bangunasri – Dusun Blimbing – Blaran – Pertigaan SMA 1 Barat – Kantor Kelurahan Mangge – kembali ke Kantor Kecamatan Barat.
Sementara kategori 30K menempuh lintasan yang sama secara berulang.
Ketua Panitia Bayu Prasetyo mengungkapkan, kegiatan ini sebenarnya sudah dirancang sejak Desember tahun lalu, namun baru bisa direalisasikan tahun ini.
“Tujuan utamanya mewadahi para pegiat lari di Magetan, khususnya wilayah Barat dan sekitarnya, agar tidak ada lagi lari liar seperti yang sempat viral,” ujarnya.
Bayu menambahkan, meski sempat diguyur hujan sejak sore hingga pelaksanaan kategori 30K, event tetap berlangsung sukses. Total peserta tercatat 210 orang, terdiri dari 160 pelari kategori 6K dan 50 pelari kategori 30K.
“Peserta tidak hanya dari Magetan, tetapi juga dari luar daerah seperti Ponorogo, Madiun, dan lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Barat Ari Budi Astuti menegaskan, fun run bertajuk SahurRun Barat Ultra berbeda dengan balap liar karena telah mengantongi izin resmi serta diselenggarakan dengan standar keamanan yang lebih baik bagi peserta maupun pengguna jalan.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Polres Magetan atas dukungan dalam pengamanan kegiatan.
“Kami ingin menjadikan event lari di wilayah Kecamatan Barat sebagai kegiatan positif untuk menjaga kebugaran sekaligus wadah bagi warga pecinta lari, sehingga tidak ada lagi balap lari liar,” tegasnya.

Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet lari dari kalangan masyarakat umum sekaligus memeriahkan Ramadan 2026.
“Kami ingin menciptakan kegiatan yang sehat dan positif di bulan Ramadan. Jadi selain dapat sehatnya, mereka juga bisa mengejar prestasi dan hadiah secara resmi,” pungkasnya.
Dalam event tersebut, peserta memperoleh berbagai benefit seperti refreshment, jersey finisher, foto tagging, sahur meal, e-sertifikat, serta medali. Panitia juga menyiapkan total hadiah jutaan rupiah bagi juara 1, 2, dan 3 kategori putra maupun putri. (Gal/PK)



