POJOKKATA.COM, Magetan – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Panekan selama beberapa jam memicu tanah longsor di Dusun Bulusari, Desa Jabung, Sabtu (7/3) sore. Talud pondasi rumah milik Arif Kurniawan (53) ambrol dan menimpa rumah tetangganya, Kardiman (30)
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, Arif diketahui sedang duduk di samping rumahnya. Ketika talud setinggi sekitar lima meter dengan panjang kurang lebih 14 meter tersebut longsor, Arif ikut terjatuh dan mengalami luka.
Korban mengalami luka babras di bagian bibir dan kepala. Warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD dr Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, laporan kejadian diterima Pusdalops-PB sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung sekitar tiga jam di wilayah Panekan diduga memicu longsornya talud pondasi rumah tersebut.
“Talud pondasi rumah milik Pak Arif longsor dan materialnya menimpa rumah yang berada di bawahnya,” ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, BPBD Magetan langsung menuju lokasi pada pukul 16.40 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dan kaji cepat bersama unsur terkait.
Penanganan melibatkan berbagai pihak, di antaranya BPBD Magetan, TNI, Polri, pemerintah desa setempat, Tagana Dinas Sosial, Senkom Mitra Polri, serta warga sekitar.
Selain melakukan asesmen, petugas juga menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi terpal, makanan siap saji, paket kebersihan, family kit, selimut, serta tambahan gizi.
“Kaji cepat dan penyerahan bantuan selesai sekitar pukul 17.40 WIB,” tambah Eka.
Material longsoran yang menumpuk rencananya akan dibersihkan melalui kerja bakti bersama pada Minggu (8/3) pagi mulai pukul 07.00 WIB besok.
BPBD Magetan juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan. Warga diminta memperhatikan tanda-tanda potensi longsor seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang yang mulai miring, air keruh keluar dari celah tanah, hingga suara gemuruh dari arah lereng.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat maupun setelah hujan deras. Warga juga diminta tidak melintasi area yang telah dipasangi barikade atau ditutup terpal karena berpotensi terjadi longsor susulan. (Gal/PK)



