POJOKKATA.COM, MAGETAN – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Magetan. Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang di Jalan Raya Magetan–Ngawi, tepatnya di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Minggu (8/3). Peristiwa tersebut menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun dan melukai dua orang lainnya.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial AR (9). Saat kejadian, korban sedang berboncengan sepeda motor bersama kedua orang tuanya, Agus Tri Antok (36) dan Supriyani (36), warga Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.
Saat melintas di lokasi, tiba-tiba pohon trembesi dengan lingkar sekitar 70 sentimeter tumbang dan menimpa mereka. AR meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara kedua orang tuanya mengalami luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 13.28 WIB ketika hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
“Angin kencang menyebabkan pohon trembesi dengan lingkar sekitar 70 sentimeter tumbang dan menimpa tiga orang yang berada di lokasi,” ujarnya.
Dalam rekaman video warga yang beredar, terlihat batang pohon besar menutup seluruh badan jalan. Ketiga korban tampak tergeletak di bawah batang pohon.
Warga yang panik langsung berlarian memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke bangunan di tepi jalan.
Peristiwa tersebut juga sempat menutup akses Jalan Raya Magetan–Ngawi. Batang pohon yang melintang menutup 100 persen badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Laporan kejadian diterima Pusdalops-PB BPBD Magetan pada pukul 13.40 WIB. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi korban sekaligus memotong batang pohon untuk membuka kembali akses jalan.
“Penanganan pohon tumbang telah selesai dilakukan dan seluruh korban berhasil dievakuasi,” jelas Eka.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan disertai angin kencang. Warga diminta menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak serta tidak berteduh atau melintas di bawah pohon besar, pohon miring, maupun ranting yang tampak rapuh.
Jika terjadi bencana serupa atau keadaan darurat lainnya, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan BPBD Kabupaten Magetan. (Gal/PK)



