POJOKKATA.COM, MAGETAN – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak sekadar diwarnai berbagai kegiatan seremonial. Polres Magetan memilih mengisinya dengan aksi sosial dan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kegiatan yang digelar di halaman Mapolres Magetan, Jumat (14/8/2026), itu dihadiri langsung Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa. Dalam kesempatan tersebut, kapolres menyerahkan bantuan sosial kepada puluhan awak ojek online (ojol) dan tukang becak.
Bantuan berupa paket sembako dan uang tali asih tersebut menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang sehari-hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kami ingin berbagi dan hadir langsung di tengah masyarakat. Bansos ini merupakan bentuk kepedulian Polres Magetan kepada saudara-saudara kita, khususnya para ojol dan tukang becak yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Erik.
Usai penyaluran bansos, kegiatan dilanjutkan dengan GPM. Antusiasme warga langsung terlihat. Masyarakat dari sekitar Mapolres Magetan maupun wilayah sekitarnya berdatangan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
GPM tersebut digelar bersama Perum Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan, serta UMKM Bhayangkari Magetan.
Beragam komoditas tersedia. Mulai beras SPHP, minyak goreng, gula, kentang, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, telur, daging ayam, daging sapi, susu, tepung, hingga mi instan. Sejumlah produk makanan dan minuman hasil binaan IKM juga turut dipasarkan.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Beras SPHP misalnya, dijual Rp57 ribu per kemasan. Minyak Kita Rp15.500 per liter, gula Rp17.500 per kilogram, kentang Rp12 ribu per kilogram, bawang merah Rp11 ribu per setengah kilogram, dan bawang putih Rp17 ribu per setengah kilogram.
Sementara itu, telur dipatok Rp21 ribu per kilogram dan daging ayam Rp18 ribu per setengah kilogram.
Erik mengatakan, GPM menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Magetan.
“Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan bersama pemerintah daerah, Bulog, dinas terkait dan UMKM Bhayangkari. Harapannya masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, sekaligus kita bersama-sama menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Magetan,” jelasnya.
Harga sejumlah komoditas dalam GPM tersebut mendapatkan subsidi sehingga lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Program itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Magetan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Semangat kemerdekaan pun diwujudkan tidak hanya melalui perayaan, tetapi juga lewat kepedulian dan aksi nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat. (Gal/PK)



