Pelajar SD-SMP Magetan Adu Cerdas di LCC Hari Jadi ke-351

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Adu pengetahuan mewarnai rangkaian Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan. Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Magetan di Pendopo Surya Graha, Senin (5/10/2026).

Lomba tersebut diikuti siswa-siswi pilihan yang sebelumnya telah melalui proses seleksi di sekolah masing-masing. Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Magetan, LCC diarahkan sebagai wadah untuk mengasah kompetensi sekaligus mendorong prestasi peserta didik.

Kepala Disdikpora Kabupaten Magetan Suhardi mengatakan, seluruh peserta yang tampil dalam perlombaan merupakan siswa terpilih. Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran selama mengikuti perlombaan.

Menurut dia, hasil akhir tetap akan menentukan pemenang. Namun, keberanian peserta mengikuti kompetisi hingga tahap kabupaten sudah menjadi sebuah pencapaian.

“Lomba ini memang pasti ada pemenangnya karena itulah lomba. Namun, kita sepakat anak-anak yang hadir di sini adalah anak-anak pemenang semuanya,” kata Suhardi saat membuka kegiatan.

Selain kompetisi akademik, pelaksanaan LCC tahun ini sekaligus menjadi langkah awal Disdikpora dalam menguji penerapan sistem digital pada kegiatan perlombaan. Metode tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk pelaksanaan kegiatan serupa secara lebih berkelanjutan.

Suhardi berharap LCC tidak berhenti sebagai agenda tahunan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Magetan. Menurutnya, kompetisi semacam itu perlu terus dikembangkan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi siswa.

Di sisi lain, dia menekankan bahwa paradigma pendidikan tidak semestinya hanya diukur dari capaian materi pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan, kata Suhardi, juga harus mampu membentuk karakter dan kemampuan sosial peserta didik.

Guru memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Pembelajaran tidak hanya dititikberatkan pada berapa banyak halaman atau bab yang mampu diselesaikan siswa, tetapi juga pada kemampuan membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan kompetensi.

“Guru tidak dituntut selalu berapa lembar halaman yang diselesaikan di dalam kelas atau berapa bab yang dirampungkan. Paradigma itu harus kita ubah. Guru berperan besar tidak hanya di dalam kelas, tetapi bagaimana siswa menjadi calon generasi yang berkarakter kuat dan berkompetensi,” ujarnya.

Melalui LCC, Disdikpora Magetan berharap budaya berkompetisi secara sehat dapat tumbuh di kalangan pelajar. Kompetisi sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta belajar menerima hasil dengan sikap sportif. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini