POJOKKATA.COM, MAGETAN – Penanaman karakter dan wawasan kebangsaan sejak dini menjadi perhatian Koramil 0804/05 Poncol. Melalui upacara bendera di SDN Genilangit 2, Kecamatan Poncol, Senin (12/10), personel TNI mengajak siswa menumbuhkan disiplin, cinta tanah air, dan semangat persatuan.
Batuud Koramil 0804/05 Poncol Pelda Sugeng bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Babinsa Desa Genilangit Serda Aprius bertugas sebagai komandan upacara. Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa SD dan TK serta dewan guru.
Tak berhenti pada upacara bendera, pembekalan berlanjut di dalam kelas melalui materi wawasan kebangsaan dan penguatan karakter. Dengan pendekatan interaktif, para siswa diajak mengenal simbol-simbol negara, memahami makna Pancasila, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pelda Sugeng mengatakan, pembentukan karakter sejak usia sekolah dasar menjadi salah satu fondasi untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Anak-anak sekolah dasar adalah fondasi masa depan bangsa. Melalui pembekalan disiplin dan wawasan kebangsaan sejak dini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Menurut dia, kedisiplinan juga menjadi bekal penting bagi siswa dalam meraih cita-cita, termasuk bagi mereka yang ingin menjadi prajurit TNI.
Untuk itu, siswa didorong membiasakan sikap disiplin, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain itu, kesehatan fisik dan ketangguhan mental perlu dibangun sejak dini.
“Kami juga ingin memberikan motivasi bagi anak-anak yang bercita-cita menjadi prajurit TNI. Menjadi seorang prajurit membutuhkan kedisiplinan, fisik yang sehat, serta mental yang tangguh. Semua itu harus mulai dipupuk sejak dini melalui sikap disiplin di sekolah dan rumah,” tambahnya.
Kepala SDN Genilangit 2 Ady Purnomo, S.Pd., mengapresiasi keterlibatan personel TNI dalam kegiatan pendidikan karakter tersebut. Kehadiran anggota TNI, menurut dia, memberikan pengalaman sekaligus motivasi tersendiri bagi para siswa.
“Anak-anak sangat antusias dan bangga bisa berinteraksi langsung dengan bapak-bapak TNI. Bagi siswa yang bermimpi menjadi TNI, kehadiran beliau-beliau ini menjadi pelecut semangat yang sangat berharga,” tuturnya.
Sinergi antara TNI dan sekolah itu diharapkan tidak sekadar memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, tetapi juga mendorong siswa membiasakan perilaku disiplin, menghormati sesama, dan menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari. (Gal/PK)



