POJOKKATA.COM, Magetan – Pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji, bakal tampil dengan identitas baru pada ajang Moto2 musim 2026. Rider asal Kabupaten Magetan itu menyiapkan helm bertema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” yang sarat nuansa budaya daerah.
Helm berwarna merah menyala dengan aksen hitam, cokelat, dan emas tersebut menonjolkan motif Batik Bumi Mageti—ikon budaya dari tanah kelahiran Mario. Pada bagian depan dan tengah tersemat logo “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” yang terinspirasi dari simbol Kerajaan Majapahit melalui elemen Surya Majapahit.
“Pada musim balap ini, Mario berkomitmen mengenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional. Helm ini bukan sekadar alat pelindung, melainkan aktualisasi wastra dan seni budaya tanah kelahiran Mario,” ungkapnya.
Desain helm juga mengangkat figur pewayangan Gatotkaca sebagai inspirasi utama. Dalam wiracarita Mahabharata, Gatotkaca dikenal sebagai kesatria perkasa dengan kemampuan terbang tanpa sayap—melambangkan kekuatan dan keberanian. Elemen irah-irahan atau kuluk pada tokoh tersebut turut merepresentasikan nilai kebijaksanaan dan dedikasi.
Motif Batik Bumi Mageti sendiri memadukan kekayaan lokal Magetan. Di dalamnya tergambar legenda Naga Kiai Pasir dan Nyai Pasir, siluet Gunung Lawu, hingga kemasyhuran Situs Ganesha Gimbal dan rumpun bambu Pring Sedapur. Seluruh elemen dirangkai harmonis dengan aksentuasi huruf “M” sebagai penegas identitas.
Tak hanya itu, motif matahari—“Surya” dalam bahasa Sanskerta—menjadi simbol energi dan semangat yang terus menyala, selaras dengan nama tengah Mario, Suryo.
Pada musim balap mendatang, Mario juga tetap menggunakan nomor 64. Angka tersebut memiliki makna personal: merujuk pada “HARTOTO 04-06-1964”, sebagai bentuk penghormatan kepada sang ayah yang berperan besar dalam perjalanan kariernya.
Dengan tampilan helm bernuansa budaya ini, Mario tak sekadar memburu prestasi di lintasan, tetapi juga membawa identitas Jawa Timur dan Magetan ke panggung balap dunia. (Gal/PK)



