Jemaah Syattariyah Ponorogo Lebih Dulu Salat Idul Fitri

0

POJOKKATA.COM, Ponorogo – Jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Ponorogo lebih dulu menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Kamis (19/3/2026). Mereka merayakan lebaran lebih awal setelah menuntaskan puasa Ramadan selama 30 hari yang telah dimulai sejak 17 Februari lalu.

Salat ied dipusatkan di Masjid lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Darul Islam Liahlissunnah, Kecamatan Sukorejo. Sejak pukul 06.00 WIB, jemaah mulai berdatangan untuk mempersiapkan pelaksanaan ibadah.

Salat Idul Fitri dipimpin oleh Imam sekaligus khotib, Kyai Parlan Al-Ahmad Khumaidi yang juga pengasuh pondok pesantren setempat. Khutbah Idul Fitri dimulai sekitar pukul 06.45 WIB.

Pengasuh ponpes, Kyai Ahmad Khumaidi, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan sikap toleransi di tengah perbedaan penetapan hari raya. Salah satunya dengan tidak mengumandangkan takbir melalui pengeras suara luar.

“Untuk menghormati umat muslim lain, takbiran kami gunakan pengeras suara dalam. Yang terpenting niat ibadah karena Allah dan menjaga kerukunan,” ujarnya.

Jemaah yang mengikuti salat ied tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Madiun, Kediri, hingga Jawa Tengah. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tri Cahyo Wibowo, mengatakan pihaknya turut melakukan pengamanan selama pelaksanaan salat ied berlangsung. Hal itu dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman. Harapannya, perbedaan ini tidak memecah belah, justru mempererat toleransi,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi saling bersalaman serta selamatan atau kenduri bersama jemaah.

Diketahui, jemaah Tarekat Syattariyah menggunakan metode hisab dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal.

Perhitungan ini kerap dikombinasikan dengan rukyatul hilal yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga hasilnya terkadang lebih cepat dibandingkan ketetapan pemerintah.

Sementara itu, pemerintah sendiri masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada hari yang sama untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah berdasarkan pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini