POJOKKATA.COM, MAGETAN – Karang Taruna (Kartar) Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan sukses menggelar event lari bertajuk Krowe 5K LebaRun 2026, Minggu (29/3/2026) pagi.
Kegiatan ini tak sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dalam momentum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Meski digelar di tingkat desa, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sekitar 300 pelari ambil bagian dalam event ini. Start dimulai dari Krowemart Desa Krowe dengan rute yang menyuguhkan panorama khas pedesaan.
Sepanjang lintasan, peserta dimanjakan dengan pemandangan persawahan, jembatan desa, hingga latar pegunungan yang mengelilingi wilayah Magetan.
Tak hanya itu, peserta juga melewati kawasan permukiman warga hingga area peternakan yang jarang dijumpai dalam event serupa.
Ketua panitia, Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah desa dan pemuda Karang Taruna.
“Peserta sekitar 300-an. Sebenarnya bisa lebih, tapi ada yang konfirmasi tidak hadir dan tidak mengambil race pack,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas seperti jersey, nomor BIB, medali, refreshment, layanan foto tagging, hingga kesempatan memperoleh doorprize menarik.
Dari sisi penyelenggaraan, Yusuf mengaku tidak ada kendala berarti, mulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan di lapangan.
“Selain kegiatan positif, tujuan kami juga ingin mengenalkan potensi Desa Krowe kepada masyarakat luas,” imbuhnya.
Kepala Desa Krowe, Sarbini, mengaku bangga atas suksesnya event tersebut. Ia menilai, keterlibatan pemuda desa menjadi bukti nyata kontribusi dalam memajukan daerah.
“Anak-anak muda Desa Krowe sudah mampu membuat event yang baik dan ramai. Ini membuat desa semakin dikenal,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta, Misky, berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin setiap tahun.
“Rutenya bagus, udaranya masih segar. Cocok untuk event di desa, pesertanya juga banyak,” ungkapnya.
Desa Krowe sendiri tengah fokus mengembangkan potensi wisata desa. Wilayah ini memiliki berbagai daya tarik, mulai dari akses menuju Gunung Bancak, sumber air alami, hingga bentang alam pertanian yang masih asri. Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mendorong sektor wisata berbasis desa di masa mendatang. (Gal/PK)



