POJOKKATA.COM, Ponorogo – Ponorogo kembali bersiap menggelar hajatan budaya terbesar tahunan, Grebeg Suro 2026. Tradisi yang menjadi ikon Bumi Reog itu dipastikan hadir lebih panjang dan meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Rangkaian agenda budaya, religi, hingga hiburan modern dijadwalkan berlangsung mulai 19 Mei hingga 13 Juli 2026. Selama hampir dua bulan penuh, puluhan event disiapkan untuk menyedot perhatian masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Perhelatan tersebut mulai dimatangkan melalui rapat pleno panitia pelaksana yang digelar Selasa (14/4/2026). Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyebut Grebeg Suro bukan sekadar agenda seremonial, melainkan “mantu geden” masyarakat Ponorogo yang sudah menjadi identitas daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan seluruh konsep acara tengah difinalisasi agar pelaksanaan tahun ini berjalan lebih semarak sekaligus tetap menjaga nilai budaya dan spiritualitas masyarakat.
“Grebeg Suro bukan hanya hiburan, tetapi momentum menjaga warisan budaya dan mengenalkan tradisi Ponorogo kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Event unggulan yang kembali menjadi magnet utama adalah Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI dan Festival Reog Remaja (FRR) XXII. Selain itu, sejumlah agenda tradisi khas seperti kirab pusaka, jamasan pusaka, larungan di Telaga Ngebel, hingga wayang kulit malam 1 Suro juga dipastikan kembali digelar.
Tak hanya budaya tradisional, panitia juga memasukkan berbagai side event modern seperti Grebeg Suro Rockfest 2026, adventure trail, parade sepeda ontel, hingga lomba burung berkicau untuk menarik lebih banyak pengunjung lintas generasi.
Berikut rangkaian agenda Grebeg Suro 2026 yang telah diumumkan panitia:
Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI
Festival Reog Remaja XXII
Kirab Pusaka dan Jamasan Pusaka
Pameran Lukisan dan Pagelaran Pusaka
Wayang Kulit Malam 1 Suro
Larungan Telaga Ngebel
Parade Sepeda Ontel
Adventure Trail
Grebeg Suro Rockfest 2026
Lomba Burung Berkicau
Ziarah makam tokoh dan agenda religi lainnya.

Pemkab Ponorogo optimistis Grebeg Suro 2026 bakal kembali mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Terlebih, agenda tahunan ini sudah dikenal luas sebagai salah satu festival budaya terbesar di Jawa Timur.
Masyarakat pun diimbau menyimpan jadwal rangkaian acara agar tidak ketinggalan momentum kemeriahan Grebeg Suro tahun ini. Selain menjadi hiburan rakyat, festival tersebut juga menjadi simbol pelestarian budaya adiluhung khas Ponorogo yang telah mendunia. (Gal/PK)



