Usai Lebaran di Magetan, BBM dan LPG Aman, Harga Sembako Cenderung Turun

0

POJOKKATA.COM, Magetan – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Magetan memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Magetan tetap terjaga pasca perayaan Lebaran 1447 Hijriah. Hal itu diketahui setelah dilakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah titik strategis, Jumat (3/4).

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya Pasar Sayur 1 Magetan, distributor atau grosir sembako milik Pak Kuat, pangkalan LPG milik Sumarsono di Jalan Mayjen Sungkono, hingga sejumlah SPBU di wilayah Magetan.

Hasilnya, untuk sektor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), tidak ditemukan adanya kelangkaan, pengurangan kuota, maupun antrean panjang di SPBU. Kondisi ini menunjukkan distribusi berjalan normal.

Sementara itu, harga bahan pokok penting (bapokting) terpantau relatif stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan dibandingkan saat Ramadan.

Rinciannya, beras premium berada di angka Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.100 per kilogram, bawang merah Rp 36.300 per kilogram, bawang putih Rp 29.600 per kilogram, cabai rawit Rp 60.000 per kilogram, daging sapi Rp 126.000 per kilogram, daging ayam Rp 35.000 per kilogram, dan telur ayam Rp 25.000 per kilogram.

Secara umum, harga tersebut masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, tidak ditemukan adanya pengurangan kuota LPG 3 kilogram dari Pertamina.

Meski demikian, di beberapa wilayah sempat terjadi lonjakan harga akibat aksi pembelian berlebih oleh spekulan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Satgas Pangan.

Kasat Reskrim Polres Magetan sekaligus Kasatgas Pangan, AKP Joko Santoso, menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan di lapangan.

“Secara umum, situasi ketersediaan pangan di Kabupaten Magetan dalam kondisi aman dan terkendali. Pasokan bahan pokok masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak ditemukan penyelewengan signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mencegah praktik curang yang merugikan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan yang didukung Tim Resmob melakukan patroli dan pengawasan di gudang penyimpanan bahan pokok, agen dan distributor sembako, pangkalan LPG, SPBU, hingga jalur distribusi logistik.

Petugas juga memberikan imbauan kepada pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun penyimpangan distribusi.

Pengawasan turut diperkuat dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek jajaran serta Bhabinkamtibmas yang aktif melakukan monitoring di lapangan, khususnya terkait distribusi LPG agar tetap sesuai aturan.

Ke depan, Satgas Pangan juga menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut. Di antaranya mengagendakan pertemuan antara Hiswana Migas, Pemerintah Kabupaten Magetan, dan para agen LPG untuk mencari solusi atas perbedaan harga LPG 3 kilogram di beberapa wilayah.

Selain itu, monitoring harga dan stok akan terus dilakukan secara berkala melalui inspeksi mendadak (sidak) pasar. Pedagang juga diimbau agar tidak menaikkan harga di luar kewajaran.

Satgas Pangan turut mendorong peran aktif masyarakat dan aparat kewilayahan untuk melakukan pengawasan serta segera melaporkan jika ditemukan potensi pelanggaran di bidang pangan maupun energi.

Dengan langkah tersebut, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Magetan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas pasca Lebaran dengan aman dan nyaman. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini