POJOKKATA.COM, Magetan – Giliran Desa Panggung, Kecamatan Barat, yang menunjukkan kesiapannya dalam ajang Lomba Desa dan 10 Program Pokok PKK Kabupaten Magetan 2026. Tim penilai yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Magetan, Arini Handayani, bersama OPD terkait, melakukan kunjungan dan penilaian langsung di kantor desa setempat, Senin (6/4/2026).
Kedatangan tim disambut jajaran pemerintah desa dan masyarakat.
Kepala Desa Panggung, Wiwik Widyastutik, menjelaskan bahwa pihaknya mengusung konsep “SIAP” yakni Sehat, Indah, Aman, dan Partisipatif. Konsep ini diarahkan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, rukun, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dari sisi pelayanan, Desa Panggung mengandalkan inovasi “Pak Wawa” (Pelayanan Administrasi Kependudukan via WhatsApp). Melalui sistem ini, warga cukup mengirimkan persyaratan secara daring, lalu mengambil dokumen setelah selesai diproses.
“Ini memudahkan warga, terutama yang memiliki keterbatasan waktu,” terang Wiwik.
Memiliki infrastruktur jalan, bangunan, dan irigasi yang cukup baik. Prestasi yang pernah diraih di antaranya juara lomba Kampung Tangguh dan lomba Asmantel.
Administrasi desa pun telah berbasis IT, dilengkapi program pendukung hukum.
Desa Panggung juga aktif menjalin kerja sama lintas desa dalam pengelolaan bencana dan lingkungan. Transparansi anggaran diwujudkan melalui baliho APBDes serta publikasi di media sosial dan website desa.
Di bidang pendidikan, tersedia fasilitas formal mulai PAUD, MI, hingga MTs, serta pendidikan nonformal seperti TPQ, madrasah diniyah, dan PKBM. Sementara di sektor kesehatan, desa telah memiliki Postu (pengembangan dari Polindes) dengan dukungan kader terlatih dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Sektor ekonomi menjadi salah satu kekuatan desa. Kelompok masyarakat aktif mengikuti pelatihan ternak lele dan budidaya bawang merah. Produk olahan seperti abon lele bahkan telah menembus pasar, termasuk memasok ke Hotel Aston Madiun.
Selain itu, UMKM lokal berkembang melalui produksi tempe, tahu goreng, hingga anyaman bambu.
Ketua TP PKK Desa Panggung, Atik Indriyani, menambahkan bahwa berbagai program pemberdayaan terus digalakkan. Mulai dari kegiatan sosial, pengelolaan sampah, penanaman tanaman obat keluarga, hingga peningkatan literasi melalui taman bacaan masyarakat.
“Kami juga fokus pada kesehatan, seperti penurunan angka balita kurang gizi dan pencegahan TBC. Salah satu inovasi kami adalah tepung lele sebagai intervensi gizi,” jelasnya.
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Desa Panggung meraih sejumlah penghargaan hingga tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Arini menegaskan bahwa Desa Panggung mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga kecamatan. Seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak TK, turut dilibatkan dalam persiapan lomba.
“Persiapan Desa Panggung cukup maksimal. Semoga bisa melaju hingga tingkat provinsi,” ujarnya, singkat.
Ia menambahkan, proses penilaian mencakup paparan serta kunjungan lapangan untuk melihat langsung kesiapan desa.
Diketahui, pelaksanaan lomba desa tahun ini berlangsung lebih cepat dari tahun biasanya. Surat dari pemerintah provinsi baru diterima Pemkab Magetan 14 Maret, sementara batas pengiriman pemenang ditetapkan 7 April, bertepatan dengan masa cuti bersama Idul Fitri. Kondisi ini membuat proses penilaian dilakukan secara maraton usai Lebaran.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan masyarakat, Desa Panggung optimistis mampu melangkah ke tingkat provinsi dan membawa nama Kabupaten Magetan bersaing di level lebih tinggi. (Gal/PK)



