Cek Langsung ke Sawah, Riyono Sebut Harga Gabah Kini Bikin Petani Tersenyum

0

POJOKKATA.COM, NGAWI – Anggota DPRD Jawa Timur Dapil 7 dari Fraksi PKS, Riyono Caping, turun langsung ke areal persawahan di Desa Pacing, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, untuk memastikan harga gabah yang diterima petani sesuai dengan kebijakan pemerintah. Pengawasan dilakukan dengan berdialog langsung bersama petani dan pedagang saat panen berlangsung.

Menurut Riyono, pengawasan di lapangan penting dilakukan agar implementasi kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 yang diterjemahkan melalui Peraturan Kepala Badan Pangan Nomor 14 Tahun 2025 mengenai harga pembelian gabah.

“Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani harus sesuai ketentuan, yakni Rp 6.500 per kilogram dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa 10 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan laporan pemerintah. Legislator juga perlu melakukan verifikasi langsung di lapangan agar kondisi riil yang dialami petani dapat diketahui secara akurat.

Saat berada di lokasi panen, Riyono menyaksikan petani menjual gabah langsung kepada pedagang. Dari hasil dialog tersebut diketahui harga GKP yang dibeli mencapai Rp 7.700 per kilogram dengan kondisi kadar air di bawah 25 persen. Gabah tersebut selanjutnya dijual pedagang ke Bulog.

“Temuan ini menunjukkan harga gabah sudah jauh di atas Harga Acuan Pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram. Artinya ada kenaikan lebih dari 19 persen yang tentu berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan sederhana, dengan harga Rp 7.700 per kilogram dan produktivitas rata-rata tujuh ton per hektare, petani berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp 53,9 juta setiap musim panen. Setelah dikurangi biaya produksi yang diperkirakan mencapai Rp 30 juta per hektare, petani masih mengantongi keuntungan sekitar Rp 23 juta dalam satu siklus tanam selama tiga bulan.

Riyono menilai kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani di Ngawi pada musim panen akhir Juni. Menurutnya, harga gabah yang tinggi memberikan ruang bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Saat ini petani mendapatkan harga gabah yang sangat baik. Mereka merasa senang dan bangga menjadi petani karena hasil panennya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak,” pungkasnya. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini