APKASI Janjikan Beasiswa untuk Pelajar Ponorogo

0

POJOKKATA.COM, ponorogo – Raihan predikat Terbaik I Kabupaten dengan Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan Regional Jawa-Bali Batch 2 Tahun 2026 membawa angin segar bagi dunia pendidikan Ponorogo. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara menjanjikan peluang beasiswa bagi pelajar berprestasi dari Bumi Reyog.

Janji tersebut disampaikan Staf Ahli Direktur Eksekutif Bidang Pendidikan APKASI Himatul Hasanah saat beraudiensi dengan jajaran Pemkab Ponorogo di Pringgitan, Senin (7/9/2026).

Himatul menyebut, Ponorogo berpeluang mengikuti program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D). Program tersebut menyasar anak-anak daerah yang memiliki kemampuan, prestasi, dan potensi, tetapi terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Banyak yang punya prestasi dan potensi, tetapi tidak memiliki akses secara finansial,” kata Himatul.

Menurut dia, APKASI bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara selama 11 tahun telah menyalurkan program beasiswa di sekitar 380 kabupaten di Indonesia. Pelajar Ponorogo pun berpeluang mendapatkan kesempatan serupa.

Tak hanya beasiswa, kerja sama tersebut diharapkan ikut mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik. Sebab, penguatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan memperluas akses. Melainkan juga harus dibarengi peningkatan mutu pembelajaran dan kapasitas guru.

“Program ini juga turut mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik. Kualitas pendidikan harus kita kuatkan, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi,” tegasnya.

Audiensi tersebut tidak hanya membahas beasiswa. Sejumlah gagasan lain turut mengemuka, mulai revitalisasi sekolah, kerja sama pendidikan internasional, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan Pemkab Ponorogo terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama untuk memajukan sektor pendidikan. Berbagai gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut nantinya dapat menjadi bahan bagi perangkat daerah untuk menyusun program sesuai kebutuhan daerah.

“Kita jangan hanya diam dan menunggu program-program dari pemerintah pusat. Perlu lebih aktif menyusun dan mengusulkan program yang memang kita butuhkan,” jelas Lisdyarita.

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menambahkan, penguatan pendidikan tidak berhenti pada persoalan akses. Kondisi lingkungan sekolah serta kualitas proses pembelajaran juga perlu menjadi perhatian.

Menurut dia, dukungan dari berbagai pihak harus dipetakan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program pemerintah pusat.

“Perlu kajian saat dukungan datang dari berbagai pihak berikut perannya agar tidak tumpang tindih dengan program pemerintah pusat,” ungkapnya.

Peluang kerja sama pendidikan internasional juga dinilai cukup terbuka. Nurhadi menyebut Ponorogo sebelumnya telah memiliki pengalaman menjalin kerja sama dengan sejumlah negara.
Program sister school, pertukaran pelajar, hingga magang siswa SMK di luar negeri dinilai layak dikembangkan.

“Sekolah-sekolah kita sangat membutuhkan,” ujarnya.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas guru menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting. Nurhadi mengakui pelatihan guru, termasuk pengembangan pembelajaran berbasis deep learning, belum berjalan maksimal.

Keterbatasan pembiayaan melalui dana BOS membuat pelatihan belum mampu menjangkau seluruh guru. Karena itu, dukungan APKASI dan pemerintah pusat diharapkan bisa mempercepat penguatan kompetensi tenaga pendidik.

“Kalau APKASI bersama pemerintah pusat bisa mendatangkan trainer atau narasumber ke Ponorogo, tentu ini akan mempercepat peningkatan kapasitas guru,” pungkas Nurhadi. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini