POJOKKATA.COM, PONOROGO – Perempuan muda Ponorogo kembali unjuk prestasi di tingkat Jawa Timur. Kali ini, nama Kabupaten Ponorogo dibawa Livia Safini. Siswi kelas X SMA Negeri 1 Jetis itu berhasil lolos sebagai finalis Pemilihan Puteri Kebaya Jawa Timur 2026.
Livia yang akrab disapa Afi menjadi satu-satunya finalis yang mewakili Ponorogo dalam ajang tersebut. Keberhasilannya tidak diraih dengan mengandalkan penampilan semata. Para peserta dituntut memiliki karakter, wawasan, kepercayaan diri, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Perjalanan Afi dimulai saat mengikuti audisi di BG Junction Mall Surabaya pada 9 Agustus 2026. Sejumlah tahapan seleksi harus dilewati. Mulai wawancara hingga catwalk.
Dalam sesi wawancara, Afi menyampaikan gagasan, pengalaman, serta alasan mengikuti ajang Puteri Kebaya Jawa Timur. Sedangkan saat catwalk, dia berusaha menunjukkan kepercayaan diri sekaligus pembawaan elegan sebagai representasi generasi muda yang mencintai budaya Indonesia.
Kerja keras tersebut berbuah hasil. Nama Afi akhirnya masuk dalam jajaran finalis Puteri Kebaya Jawa Timur 2026. Status itu sekaligus membuatnya menjadi satu-satunya wakil Ponorogo yang melaju ke tingkat provinsi.
Perjuangan Afi belum berhenti. Dia kemudian mengikuti Pra Karantina 1 pada 16 Agustus 2026 di Surabaya Suite Hotel. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju tahapan kompetisi berikutnya.
Selama pra karantina, Afi mendapat sejumlah pembekalan. Di antaranya kelas akting, sanggar class, hingga latihan koreografi untuk tari pembuka.
Bagi Afi, rangkaian pelatihan tersebut bukan sekadar persiapan tampil di panggung. Pembekalan menjadi ruang untuk membangun karakter, mengasah potensi, sekaligus memperkuat mental menghadapi kompetisi.
Lebih dari sekadar mengejar mahkota, Afi membawa misi budaya. Dia ingin menunjukkan bahwa kebaya masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan bisa menjadi medium bagi perempuan muda untuk memperkenalkan budaya Indonesia.
“Kebaya bukan hanya kain warisan masa lalu, tetapi simbol perempuan Indonesia yang berani, berkarakter, dan mampu bergerak menuju masa depan,” ujar Afi.
Menurut dia, kebaya tidak semestinya dipandang sebagai pakaian kuno. Kreativitas generasi muda justru dapat membuat kebaya terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya sebagai warisan budaya.
Afi juga berharap keikutsertaannya bisa menjadi inspirasi bagi perempuan muda, khususnya di Ponorogo. Dia ingin generasi muda berani mengembangkan potensi diri sekaligus memiliki kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Dengan membawa slogan
“Ponorogo untuk Jawa Timur, Melangkah dengan Budaya, Bersinar dengan Prestasi,” Afi siap melanjutkan perjuangannya di Pemilihan Puteri Kebaya Jawa Timur 2026.
Bagi Afi, perempuan hebat bukan hanya tentang penampilan. Lebih dari itu, perempuan harus mampu memberikan makna, membawa manfaat, serta menjadi inspirasi bagi lingkungan di sekitarnya.
Kini, langkah Afi bukan lagi sekadar membawa nama pribadi. Ada nama Ponorogo yang ikut dia bawa ke panggung Jawa Timur. (Gal/PK)



