3.600 Buku GLN Dorong Budaya Baca di Magetan

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN — Penguatan budaya literasi di Kabupaten Magetan terus didorong. Salah satunya melalui pemanfaatan Buku Pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun 2026 yang disalurkan ke sejumlah satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan Suhardi mengatakan, bantuan buku tersebut diterima 16 satuan pendidikan. Rinciannya, 12 sekolah dasar (SD) dan empat sekolah menengah pertama (SMP).

“Di Kabupaten Magetan, bantuan tersebut diterima oleh 16 satuan pendidikan dengan total 3.600 eksemplar buku,” ujar Suhardi saat ditemui di kantornya, Selasa (15/9/2026).

Belasan satuan pendidikan penerima bantuan tersebut yakni SDN Simbatan 3, SDN Plumpung 2, SDN Alastuwo 3, SDN Bangunasri, SDN Banjarejo 3, SDN Klagen 3, SDN Klagen 1, SDN Karas 3, SDN Buluharjo 2, SDN Semen, SDN Ngariboyo 4, dan SDN Unggulan Magetan.

Selain itu, bantuan juga diterima tiga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), yakni PKBM Karya Mandiri, PKBM Raharjo, dan PKBM Suka Maju, serta SLB Negeri Karangrejo Magetan.

Suhardi menjelaskan, jumlah buku yang diterima masing-masing satuan pendidikan berbeda. Setiap SD mendapatkan 200 eksemplar, sedangkan SMP menerima 300 eksemplar.

Bantuan tersebut berasal dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Di tingkat Jawa Timur, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai unit pelaksana teknis (UPT) turut melakukan koordinasi dan pemantauan penyaluran bersama dinas pendidikan.

Menurut Suhardi, buku pengayaan GLN tidak semata ditujukan untuk menambah koleksi perpustakaan. Lebih dari itu, buku tersebut diharapkan menjadi bahan bacaan yang aktif digunakan dalam pembelajaran maupun berbagai kegiatan literasi.

“Kami berharap buku pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nasional Tahun 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal oleh satuan pendidikan, tidak hanya sebagai koleksi di perpustakaan, tetapi juga dalam kegiatan membaca, pembelajaran, dan berbagai aktivitas literasi di sekolah,” jelasnya.

Pemanfaatan buku tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. Mulai membaca, berdiskusi, menyampaikan kembali isi bacaan, hingga bertukar pendapat.

Dengan pola tersebut, peserta didik tidak hanya membaca buku, tetapi juga didorong untuk memahami serta mengolah informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.
Suhardi menambahkan, respons peserta didik terhadap keberadaan buku GLN cukup positif. Keberagaman bahan bacaan dinilai membantu sekolah menyesuaikan buku dengan perkembangan dan karakteristik murid.

“Kami dorong agar buku-buku tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan untuk kegiatan membaca di sekolah,” katanya.

Dikpora Magetan juga akan terus memantau pemanfaatan bantuan tersebut. Sekolah didorong mengembangkan kegiatan literasi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Suhardi berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pihak terkait dalam penguatan budaya literasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Mari kita manfaatkan buku pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nasional secara optimal untuk menumbuhkan budaya membaca, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di Kabupaten Magetan,” pungkasnya. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini