POJOKKATA.COM, MAGETAN – Kecamatan Magetan keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Magetan 2026. Capaian tersebut tak lepas dari kontribusi para santri Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan yang memborong prestasi di lima kategori lomba.
MTQ Kabupaten Magetan 2026 diikuti 235 peserta dari seluruh kecamatan. Dalam ajang tersebut, para santri Al Jahra tampil mewakili Kecamatan Magetan dan membawa pulang sejumlah gelar.
Lima prestasi itu yakni Yumna Ahmad Fauza yang meraih juara pertama Hifzhul Qur’an 1 Juz dan Tilawah Putri. Kemudian Talitha Nadhira Widyodaningsih sebagai juara kedua Hifzhul Qur’an 10 Juz Putri dan Aswafina Rahmadhani yang meraih juara ketiga Hifzhul Qur’an 20 Juz Putri.
Dua prestasi lainnya datang dari cabang Musabaqah Syarhil Qur’an. Tim putra yang diperkuat Miftah Al Farih, Khahraj Yaqdlan Qushayyi, dan Shafiyul Hanif Al Hasani meraih juara pertama. Sementara tim putri yang terdiri atas Hidna Noorlianta Hatmanti, Iswah Hayya Nafisah, dan Kayyisa Qonita Taqiyya meraih juara ketiga.
Dengan menjadi juara umum, Kecamatan Magetan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp12 juta. Piala dan piagam penghargaan juga diserahkan kepada para pemenang pada penutupan MTQ.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Welly Kristanto mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian MTQ dengan penuh semangat, kesungguhan, dan sportivitas. Para peserta juga didorong terus meningkatkan kemampuan agar dapat membawa nama Magetan pada ajang MTQ di tingkat lebih tinggi.
Bagi Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra, capaian tersebut tidak sekadar menjadi tambahan koleksi penghargaan. Ketua Unit Tahfidz, Tahsin, dan Qur’an (TTQ) Baitul Qur’an Al Jahra, Miftahuddin Al Hafizh, menyebut prestasi tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan sekaligus bentuk kontribusi lembaga kepada masyarakat melalui Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang diraih santri-santri Baitul Qur’an Al Jahra yang mewakili Kecamatan Magetan. Bagi kami, capaian ini bukan sekadar tentang piala atau juara, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus berkhidmah kepada masyarakat melalui Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurut Miftahuddin, MTQ menjadi ruang bagi santri untuk menguji sekaligus meningkatkan kualitas hafalan, bacaan, pemahaman, dan kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Prestasi adalah buah dari proses. Yang lebih utama adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar menjadi nilai yang hidup dalam diri para santri,” lanjutnya.
Dia berharap capaian tersebut tidak membuat para santri cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi itu diharapkan menjadi pemacu untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembinaan.
MTQ Kabupaten Magetan 2026 mengusung tema “Qur’an di Hati, Karya di Aksi untuk Magetan Harmonis.” Tema tersebut menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, menghafal, maupun mengikuti perlombaan.
Bagi Al Jahra, prestasi lima kategori tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan generasi Qur’ani. Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dihafalkan dan dilombakan, tetapi juga diwujudkan melalui karakter, karya, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. (Gal/PK)



