POJOKKATA.COM, Ponorogo – Nama Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, kembali dicatut oknum tak bertanggung jawab. Modusnya mengaku sebagai utusan “Bunda Rita” dan menekan sejumlah OPD, pegawai kecamatan, hingga pringgitan untuk memberikan uang maupun bantuan tertentu.
Informasi itu setelah laporan serupa masuk ke meja kerja Lisdyarita beberapa hari terakhir.
Ada yang datang langsung ke rumah dinas, ada pula yang menyasar kantor kecamatan dan OPD sambil membawa klaim sebagai “tim resmi”.
“Mereka datang ke OPD dan kecamatan memakai nama saya, bahkan ada yang lewat WhatsApp. Intinya minta bantuan. Saya tegaskan, itu bukan utusan saya,” ujar Lisdyarita.
Plt Bupati memastikan tidak pernah sekali pun menugaskan siapa pun untuk meminta sumbangan, barang, proyek, maupun bentuk bantuan apa pun.
Karena itu, ia meminta seluruh instansi dan masyarakat tidak ragu melapor jika didatangi oknum serupa.
“Langsung laporkan ke kami, biar bisa kami tindak lanjuti,” pintanya.
Penipuan pencatutan nama seperti ini bukan barang baru. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi. Pelaku bahkan sempat mengaku pejabat teras dan berdalih membawa perintah khusus dari Lisdyarita.
“Mereka biasanya bilang ada perintah dari saya, bahkan datang ke pringgitan mengatasnamakan saya. Itu tidak benar,” tegasnya lagi.
Isu pencatutan nama ini kembali ia sampaikan dalam zoom paparan rencana kerja Pemkab Ponorogo 2026 bersama seluruh OPD dan camat, Rabu (26/11/2025). Di hadapan peserta, Lisdyarita meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan.
“Kalau ada oknum-oknum mengatasnamakan Lisdyarita, tolong langsung telepon ke ADC saya atau ke saya. Kemarin sempat ada berita, benar ada yang datang ke pringgitan mengatasnamakan saya. Itu tidak benar,” ungkapnya.
Lisdyarita juga menerima informasi bahwa oknum tersebut kerap mendatangi OPD dan mencoba mengaitkan diri dengan proyek-proyek yang sedang berjalan. Polanya sama: mengaku bagian dari “tim Bunda”.
“Ada juga yang ke beberapa OPD bilang itu dari tim Bunda. Itu juga tidak benar. Jadi dari teman-teman OPD, camat, atau kabag, langsung hubungi kami bila menemukan hal itu,” tandasnya.
Pemkab Ponorogo kini tengah menelusuri pola pergerakan oknum tersebut. Pemerintah berharap laporan dari OPD dan masyarakat bisa mempercepat penindakan sebelum ada pihak yang dirugikan. (Gal/PK)



