Idul Fitri, Bunda Lisdyarita Ajak Jaga Tatanan Sosial Ponorogo yang Ideal

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Momentum Idul Fitri dimaknai lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengajak masyarakat menjaga tatanan sosial yang selama ini telah terbangun dengan baik.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu menegaskan bahwa kondisi Ponorogo yang aman, damai, tertib, dan rukun bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut bertanggung jawab merawatnya.

“Idul Fitri bukan hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat,” ujar Bunda Lis.

Menurut dia, Idul Fitri merupakan fase kembali ke fitrah. Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Islam diharapkan lahir sebagai pribadi yang lebih bersih, sabar, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Kini kita kembali fitrah sebagai pribadi yang lebih bersih, lebih sabar, dan peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama. Tradisi saling memaafkan saat Lebaran dinilai bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kohesi sosial.

“Mari saling memaafkan kesalahan dan saling membantu agar kabupaten tercinta kita ini menjadi lebih hebat,” pintanya.

Lebih lanjut, Bunda Lis menyebut bahwa tatanan sosial masyarakat Ponorogo yang sudah terjaga dengan baik selama ini merupakan modal besar untuk mendorong kemajuan daerah. Stabilitas sosial dinilai menjadi fondasi penting bagi pembangunan.

Suasana kehangatan Idul Fitri juga tampak dalam interaksi antara jemaah Masjid Tjokronegoro dan jajaran pimpinan daerah. Usai pelaksanaan ibadah, mereka saling bersalaman, bermaafan, dan mengucapkan selamat Lebaran, mencerminkan nilai kebersamaan yang terus dijaga di Bumi Reog. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini