Pohon Rawan di Jalur Magetan–Sarangan Dipangkas, Diana Sasa Minta Warga Aktif Melapor

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Upaya panjang warga dan pemerintah setempat dalam mengantisipasi potensi bahaya di jalur wisata Magetan–Sarangan akhirnya membuahkan hasil. Sejumlah pohon besar di ruas jalan provinsi wilayah Kecamatan Plaosan kini mulai dipangkas, Rabu (15/4).

Pemotongan dilakukan setelah sebelumnya pihak Kelurahan Plaosan mengajukan permohonan resmi kepada instansi terkait.

Kondisi pohon yang dinilai rawan tumbang menjadi alasan utama, mengingat jalur tersebut merupakan akses padat kendaraan, terutama menuju kawasan wisata Sarangan.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa, turun langsung meninjau proses pemangkasan di lokasi. Ia memastikan tindak lanjut berjalan sesuai prosedur setelah pengajuan warga diterima.

“Memang ada beberapa laporan dari masyarakat terkait kondisi pohon yang membahayakan di sepanjang ruas Magetan–Sarangan. Kemarin sudah saya cek langsung, dan hari ini baru bisa dieksekusi,” ujarnya.

Pemangkasan dilakukan oleh Dinas PUPR Jatim melalui UPT Madiun setelah proses koordinasi dengan pemerintah setempat rampung.

Diana mengapresiasi sinergi antara warga, pemerintah kelurahan, dan pihak provinsi dalam merespons potensi risiko tersebut. Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kondisi serupa.

“Kalau ada pohon besar di jalan provinsi yang berpotensi membahayakan, masyarakat jangan takut untuk melapor. Ini demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Menurutnya, perawatan pohon di sepanjang jalur utama seharusnya dilakukan secara berkala. Terlebih, ruas Magetan–Sarangan merupakan jalur strategis yang kerap dilalui wisatawan.

“Petugas memang patroli rutin, tapi tidak semua pohon terdeteksi berbahaya tanpa laporan warga. Idealnya perawatan dilakukan secara berkala,” imbuhnya.

Di sisi lain, Diana juga menyoroti keterbatasan fasilitas di tingkat UPT. Sejumlah peralatan dinilai belum memadai untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

“Alat pemotong seperti skywave belum tersedia. Kendaraan operasional juga sudah tua, dan alat potong yang digunakan masih sederhana,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Plaosan, H. Khoiri, mengaku lega dengan adanya pemangkasan tersebut. Ia menyebut kondisi pohon sebelumnya cukup mengkhawatirkan, terutama saat cuaca ekstrem.

“Kami sangat berterima kasih. Kalau tidak dipotong, kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dengan dilakukannya pemangkasan ini, diharapkan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin. Sekaligus menjadi contoh kolaborasi efektif antara masyarakat dan pemerintah dalam menangani potensi bahaya di ruang publik. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini