POJOKKATA.COM, Jakarta – Pemkab Magetan membawa “etalase” potensi daerah ke ibu kota. Dua agenda penting disiapkan di Jakarta pada akhir pekan ini sebagai bagian dari promosi besar-besaran budaya, pariwisata, hingga produk unggulan UMKM.
Agenda pertama digelar Jumat (17/4) di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sementara agenda kedua berlangsung Minggu (19/4) di Klub Eksekutif Persada Purnawira Bandara Halim Perdanakusuma.
Di TMII, Pemkab Magetan menyuguhkan pentas seni budaya yang menampilkan Tari Puspita Lawu, lagu-lagu daerah, hingga dramatari Gembring Baring Kawedhar ing Bumi Mageti.
Kegiatan itu dikemas dalam suasana halal bihalal bersama warga Magetan di wilayah Jabodetabek yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Magetan (Ikma).
Tak berhenti di sana, pada agenda di Halim Perdanakusuma, Pemkab Magetan akan bertemu keluarga besar Pawitandirogo—meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo—se-Jabodetabek.
Dalam forum tersebut, Bupati Magetan Nanik Sumantri dijadwalkan memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah dari beragam sektor. Mulai kebudayaan, pariwisata, hingga peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
Selain paparan pembangunan, pemkab juga menyiapkan pertunjukan seni budaya serta pameran produk unggulan UMKM khas Magetan sebagai bagian dari upaya memperluas pasar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan Suwito menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang temu kangen atau halal bihalal.
“Tak hanya sekadar halal bihalal, ini sebuah upaya ‘menjual’ Magetan lewat promosi budaya,” katanya, Kamis (16/4).
Menurut dia, dua kegiatan di Jakarta itu merupakan bentuk presentasi kemajuan Magetan kepada masyarakat luas, khususnya warga perantauan.
“Ini bukan hanya agenda rutin. Kami ingin menyampaikan perkembangan dan kemajuan Magetan melalui seni dan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri menegaskan kegiatan tersebut memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, forum bersama warga perantauan itu juga menjadi ruang komunikasi dan diskusi untuk menjaring gagasan pembangunan yang belum bisa ditopang APBD akibat keterbatasan fiskal.
“Ini juga ruang diskusi untuk mencari solusi pembangunan yang tidak bisa dibiayai APBD karena keterbatasan fiskal,” ujarnya.
Rombongan seniman bersama jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan telah tiba di TMII pada Kamis sore menggunakan dua bus dan sejumlah kendaraan lainnya.
Setibanya di lokasi, malam harinya tim kesenian langsung menggelar gladi bersih guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan maksimal.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Magetan dalam memanfaatkan momentum pertemuan diaspora sebagai panggung promosi daerah, dengan harapan mampu menarik perhatian publik sekaligus membuka peluang kerja sama bagi kemajuan Magetan. (*)



