Motor dan Sandal Tinggal di Jembatan Ngujur, Davin Ditemukan Tewas di Bengawan

0

POJOKKATA.COM, Magetan – Pencarian terhadap Davin Andriano Mustaqin, 18, pelajar SMK asal Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, akhirnya berujung duka. Remaja yang dilaporkan hilang sejak Selasa malam (21/4) itu ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Bengawan Madiun, Kamis (23/4) sore.

Jenazah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Bendo tersebut ditemukan sekitar 450 meter dari Jembatan Ngujur, Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, lokasi ditemukannya sepeda motor dan sandal korban sehari sebelumnya.

Korban ditemukan sekitar pukul 15.10 WIB oleh tim SAR gabungan setelah proses pencarian intensif sejak Rabu pagi (22/4). Evakuasi dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB, kemudian jenazah langsung dibawa ke rumah duka.

Sebelumnya, hilangnya Davin pertama kali terungkap setelah warga menemukan sepeda motor Yamaha MX King bernopol AE 3721 OW terparkir di atas Jembatan Ngujur sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu pagi.

Di dekat kendaraan tersebut, warga juga mendapati sepasang sandal hitam tanpa pemilik.

Temuan itu sontak memicu dugaan adanya orang yang tercebur ke sungai di bawah jembatan.

Dari hasil penelusuran, kendaraan tersebut diketahui milik Jarno, 43, warga Desa Kuwonharjo. Keluarga membenarkan motor itu dibawa oleh putranya, Davin, yang keluar rumah pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat keluar rumah, korban mengenakan kaus hitam lengan panjang dan celana pendek hitam. Korban juga disebut tidak membawa telepon genggam.

“Orang tua membenarkan bahwa barang bukti yang berada di TKP adalah milik korban. Namun saat itu keberadaan korban belum diketahui,” terang Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo.

Laporan orang hilang tersebut masuk ke Call Center BPBD Magetan pada Rabu pagi. Petugas BPBD langsung menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan melakukan penyisiran awal bersama perangkat desa serta warga di sekitar sungai dan jembatan. Namun, hasil pencarian hari pertama masih nihil.

Operasi pencarian kemudian diperluas pada Kamis (23/4). Sebanyak 86 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari BPBD Magetan, Basarnas, BPBD Kabupaten Madiun, TNI-Polri, SAR MTA, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan.

Personel dibagi menjadi enam tim, dengan metode pencarian melalui jalur sungai menggunakan LCR (perahu karet), penyisiran darat di sisi barat dan timur sungai, serta teknik manuver ombak di bawah jembatan.

Penyisiran sempat dilakukan dari titik awal Jembatan Ngujur hingga Dam Duyung Takeran sejauh sekitar 3,2 kilometer, namun belum membuahkan hasil.

Setelah evaluasi ulang, tim memfokuskan pencarian di area bawah jembatan. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada pukul 15.10 WIB, saat korban ditemukan sekitar 450 meter dari titik awal dugaan jatuh.

Selama proses pencarian, kondisi cuaca dilaporkan cerah dan debit air sungai cenderung menurun, sehingga membantu proses evakuasi.

Polisi menduga korban tercebur atau sengaja menceburkan diri ke Sungai Bengawan Madiun. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor beserta STNK dan sandal korban di atas jembatan.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini