Grebeg Suro 2026, DPRD Minta Pemkab Dongkrak PAD dan UMKM

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Perhelatan Grebeg Suro 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda budaya terbesar yang pernah digelar Ponorogo dalam beberapa tahun terakhir. Melihat potensi lonjakan wisatawan yang akan datang, DPRD Ponorogo meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada kesuksesan penyelenggaraan acara, tetapi juga mampu mengoptimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menilai Grebeg Suro selama ini terbukti menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Berbagai sektor usaha seperti perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan hingga pelaku UMKM selalu merasakan peningkatan aktivitas selama rangkaian acara berlangsung.

“Setiap Grebeg Suro ada perputaran ekonomi yang sangat besar. Ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Kang Wi

Menurutnya, peluang ekonomi pada penyelenggaraan tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tidak lepas dari meningkatnya daya tarik Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional.

Pengakuan dunia terhadap budaya Reog Ponorogo melalui UNESCO, ditambah masuknya Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) dalam Top Ten Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, diyakini akan menjadi magnet kuat bagi wisatawan untuk datang ke Bumi Reog.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Dengan semakin banyaknya pengunjung, peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terbuka lebih lebar.

Karena itu, Kang Wi mendorong pemerintah daerah menyiapkan strategi yang matang agar manfaat ekonomi dari gelaran Grebeg Suro tidak hanya dirasakan pelaku usaha tertentu, tetapi dapat menyebar luas ke masyarakat.

Salah satu upaya yang perlu diperkuat, kata dia, adalah optimalisasi sektor retribusi daerah, parkir, pajak hotel, pajak restoran, hingga pengembangan sentra-sentra UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.

Menurutnya, tingginya jumlah wisatawan harus mampu dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi bagi daerah sekaligus membuka peluang usaha yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
“Jangan sampai wisatawannya banyak, tetapi manfaat ekonominya tidak maksimal untuk daerah,” tegasnya.

DPRD berharap momentum Grebeg Suro 2026 tidak hanya sukses sebagai perayaan budaya, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Ponorogo. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini