Temuan 42 Anak Alami Gangguan Penglihatan, Kecamatan Lembeyan Luncurkan GEMATI

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pemerintah Kecamatan Lembeyan meluncurkan Lembeyan GEMATI (Gerakan Edukasi Mata Inklusif) sebagai upaya memperkuat deteksi dini, edukasi, dan penanganan gangguan penglihatan pada anak usia sekolah. Program tersebut diharapkan mampu memperluas layanan kesehatan mata hingga menjangkau seluruh desa, sekolah, dan kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Peluncuran Lembeyan GEMATI digelar di Aula Kecamatan Lembeyan, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Magetan Dian Maheru Robbi, Camat Lembeyan Sinung Wahyudi, kepala desa dan sekretaris desa se-Kecamatan Lembeyan, unsur Forkopimca, Kepala Puskesmas Lembeyan, KUA, Yayasan Paramitra Indonesia, serta perwakilan SD dan SMP.

Momentum tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Lembeyan Gemati oleh seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen itu meliputi pemberian edukasi pencegahan gangguan penglihatan dan kebutaan, pendampingan masyarakat yang mengalami hambatan mengakses layanan kesehatan mata, mendorong program kesehatan mata menjadi bagian dari program desa, serta mewujudkan Lembeyan sebagai wilayah yang sadar kesehatan mata secara inklusif.

Camat Lembeyan Sinung Wahyudi mengatakan, peluncuran program ini berangkat dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menemukan sedikitnya 42 anak mengalami gangguan penglihatan. Padahal, pemeriksaan baru menjangkau sekitar 20 persen siswa di wilayahnya.

“Karena itu kami meluncurkan Lembeyan Gemati. Harapannya, 42 anak yang sudah terdeteksi bisa segera mendapatkan penanganan lanjutan, sementara proses skrining akan terus diperluas ke seluruh sekolah,” ujarnya.

Sinung menjelaskan, pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 2-3 Juli melalui Puskesmas Lembeyan dengan menyasar siswa SD, MI, SMP hingga MTs. Anak-anak yang terbukti mengalami gangguan penglihatan akan mendapatkan pendampingan hingga memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdakab Magetan Dian Maheru Robbi mengatakan, peluncuran Lembeyan Gemati menjadi bagian dari program Magetan Sehat Mata yang tengah digencarkan Pemkab Magetan selama Juni-Juli, bertepatan dengan Bulan Periksa Mata dan masa libur sekolah.

Berdasarkan hasil CKG, sekitar lima persen atau kurang lebih 1.300 anak di Kabupaten Magetan mengalami gangguan penglihatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu proses belajar apabila tidak segera ditangani.

“Konsepnya memastikan seluruh anak di Magetan memiliki mata yang sehat. Karena kalau penglihatannya terganggu, otomatis proses belajar dan prestasi anak juga akan ikut terdampak,” kata Dian.

Menurutnya, program ini dilakukan melalui dua langkah. Pertama, penanganan cepat terhadap anak yang telah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan melalui pemeriksaan ulang di puskesmas dan rujukan ke rumah sakit apabila diperlukan. Kedua, memperkuat upaya pencegahan dengan menghidupkan kembali peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam deteksi dini kesehatan mata.

Pemkab Magetan juga menggandeng Yayasan Paramitra Indonesia untuk mendukung penyediaan kacamata bagi anak-anak yang membutuhkan. Komitmen kerja sama tersebut berlangsung hingga 2027.

“Baik peserta BPJS maupun non-BPJS tetap bisa memperoleh bantuan kacamata. Jika ada biaya yang belum tercover, akan dibantu melalui dukungan Yayasan Paramitra,” jelasnya.

Di Kecamatan Lembeyan sendiri terdapat sekitar 35 SD dan MI serta empat SMP dan MTs yang menjadi sasaran program tersebut. Melalui Lembeyan Gemati, pemerintah berharap seluruh peserta didik dapat menjalani pemeriksaan mata secara berkala sehingga gangguan penglihatan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini