POJOKKATA.COM, MAGETAN – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Magetan menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan pernikahan usia dini melalui program Satgas PPA Goes to School.
Program edukasi tersebut menyasar lima sekolah di Magetan pada 13–17 Juli 2026.
Kegiatan advokasi dan sosialisasi itu digelar di SMPN 3 Kawedanan, SMKN 1 Poncol, SMPN 1 Lembeyan, MTsN 10 Magetan, dan SMPN 2 Magetan. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan perlindungan khusus anak sekaligus langkah preventif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Kepala Dinas PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan Sukartini mengatakan, Satgas PPA Goes to School bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pencegahan kekerasan dan perundungan atau bullying, mulai dari pengertian, bentuk-bentuknya, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, hingga langkah-langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan apabila terjadi kekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya, Jumat (17/7).
Tak hanya itu, siswa juga dibekali edukasi tentang bahaya pernikahan usia anak. Materi yang disampaikan mencakup dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, kondisi psikologis, hingga masa depan anak.
Melalui sosialisasi tersebut, para peserta didorong untuk terus melanjutkan pendidikan, merencanakan masa depan dengan matang, serta berani menolak berbagai bentuk tekanan yang mengarah pada pernikahan di usia anak.
Sukartini berharap kegiatan ini mampu memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh warga sekolah memiliki komitmen untuk saling menghormati, mencegah terjadinya kekerasan dan bullying, serta mendukung terpenuhinya hak-hak anak agar dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman dan terlindungi,” pungkasnya. (Gal/PK)



