Ponorogo Siapkan Pesta Budaya 19 Hari Sambut Hari Jadi ke-530

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Kabupaten Ponorogo bersiap menggelar pesta budaya dan hiburan selama 19 hari untuk memperingati Hari Jadi ke-530. Mengusung tema “Sekar Kinanthi Wening Doyo”, perayaan tahun ini tidak hanya menonjolkan kemeriahan, tetapi juga membawa filosofi tentang kekuatan, kejernihan hati, dan semangat pengabdian dalam membangun daerah.

Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 4 hingga 22 Agustus 2026. Beragam agenda telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, mulai festival budaya, kuliner, hingga konser musik sebagai penutup perayaan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ponorogo Bambang Suhendro mengatakan, Hari Jadi Kabupaten Ponorogo dan Grebeg Suro merupakan dua momentum sejarah yang sama-sama memiliki nilai penting. Karena itu, keduanya diharapkan mampu menjadi magnet wisata yang memberikan dampak bagi perekonomian daerah.

“Berarti ada dua event besar di Ponorogo yang menarik wisatawan datang berkunjung,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo di Ruang Bantarangin.

Tema Sekar Kinanthi Wening Doyo dipilih sebagai simbol kekuatan yang lahir dari hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tekad tulus untuk mengabdi. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan identitas Ponorogo sebagai daerah yang kuat dalam budaya, religiusitas, dan semangat kebersamaan.

“Ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, maka Ponorogo semakin maju dan hebat,” tambah Bambang.

Berbeda dengan peringatan yang hanya berpusat pada seremoni, tahun ini masyarakat akan disuguhi berbagai kegiatan seperti Festival Karawitan, Festival Kuliner, Ponorogo Creative Festival, hingga pagelaran Reog Ponorogo yang menjadi warisan budaya dunia kebanggaan Bumi Reog.

Selain Hari Jadi Kabupaten, Agustus juga menjadi bulan penuh agenda karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk mematangkan pelaksanaan dua agenda besar tersebut, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memimpin rapat koordinasi di Ruang Bantarangin, Senin (3/8).

Lisdyarita menegaskan seluruh persiapan peringatan HUT RI harus mengacu pada Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B-19/MS/TU.00.03/07/2026. Menurutnya, seluruh perangkat daerah telah diberi tugas sesuai bidang masing-masing agar pelaksanaan berjalan meriah sekaligus tertib.

“Penanggung jawab masing-masing seksi sudah lengkap. Karena merupakan agenda tahunan, tentu harus kita antisipasi agar pelaksanaannya tetap meriah, tertib, dan berjalan lancar,” katanya.

Pemkab juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah ikut menyosialisasikan tema nasional Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, memasang logo resmi HUT RI, serta mengajak masyarakat mengikuti mengheningkan cipta pada detik-detik Proklamasi 17 Agustus.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto menekankan pentingnya kolaborasi seluruh panitia agar rangkaian kegiatan berlangsung sukses.

Berbagai perlombaan antarpangkat ASN juga disiapkan untuk memeriahkan suasana, mulai tarik tambang, balap karung, balap balon, hingga pertandingan ekshibisi sepak bola yang melibatkan pejabat eselon II, eselon III, kepala bagian, sekretaris dinas, dan para camat.

“Memanfaatkan euforia Piala Dunia, nanti akan semarak dengan adu yel-yel suporter,” ujarnya.

Agenda kenegaraan seperti mengikuti Pidato Presiden RI, apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Wira Patria Paranti, upacara bendera, ziarah, pemberian remisi bagi warga binaan, hingga resepsi kenegaraan tetap menjadi bagian dari rangkaian peringatan.

Tak hanya itu, tradisi lokal juga tetap dipertahankan. Pada 10 Agustus akan digelar Turangin (Tumpeng Dua Ringin) yang dilanjutkan Wilujengan Kenduri Agung di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Agenda religi seperti istigasah, majelis dzikir, dan khatmil Al-Qur’an juga menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Jadi.

Puncak perayaan Hari Jadi ke-530 akan berlangsung pada 22 Agustus melalui Malam Anugerah dan Harmoni Ponorogo bertajuk Sekar Kinanthi Wening Doyo yang dimeriahkan konser musik. Rangkaian kemeriahan kemudian ditutup dengan konser Josjis di Stadion Batoro Katong pada 30 Agustus.

“Harapannya, Hari Jadi Kabupaten Ponorogo menjadi identitas budaya sekaligus embrio penyelenggaraan event berskala nasional,” pungkas Agus. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini