POJOKKATA.COM, MAGETAN – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa pelajar kembali menjadi perhatian serius. Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, menegaskan pentingnya larangan berkendara bagi anak di bawah umur. Pesan itu disampaikan saat menjadi pembina upacara dalam program Kapolres Magetan Goes to School di SMA Negeri 1 Magetan, Senin (10/8/2026).
Ratusan siswa, guru, dan jajaran sekolah mengikuti kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut. Momentum itu sekaligus menjadi ruang edukasi bagi pelajar mengenai keselamatan berlalu lintas, pembentukan karakter, hingga penggunaan media sosial secara bijak.
Dalam amanatnya, Kapolres terlebih dahulu mengajak seluruh peserta upacara menundukkan kepala dan berdoa untuk almarhum Zakaria Abab Nabawi. Siswa kelas XI.7 SMA Negeri 1 Magetan itu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur Magetan–Kawedanan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat keras tentang risiko berkendara bagi pelajar yang belum cukup umur. Erik menegaskan, siswa yang belum memenuhi persyaratan mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor di jalan raya.
“Sesuai peraturan lalu lintas bahwa pelajar masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM tidak boleh membawa kendaraan bermotor di jalan raya. Ini merupakan langkah untuk melindungi adik-adik semua dari risiko kecelakaan lalu lintas,” tegas Erik.
Menurut dia, keselamatan pelajar harus menjadi prioritas. Bagi siswa yang sudah memenuhi usia dan persyaratan mendapatkan SIM, Polres Magetan siap memberikan edukasi serta memfasilitasi pembekalan kompetensi berkendara sesuai ketentuan.
Erik juga mengingatkan siswa agar tidak menganggap remeh berbagai bentuk kenakalan remaja. Bullying, penyalahgunaan narkoba, tawuran, judi online hingga penyalahgunaan media sosial dinilai dapat mengganggu masa depan pelajar.
“Adik-adik adalah calon penerus bangsa. Jangan sampai masa depan yang sedang kalian perjuangkan terganggu karena kecelakaan lalu lintas atau tindakan kenakalan remaja. Mari kita jaga diri, disiplin dan fokus mengejar cita-cita,” pesannya.
Pesan tersebut semakin relevan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kapolres mengajak pelajar mengisi kemerdekaan dengan aktivitas positif sekaligus menjadi bagian dari generasi yang dipersiapkan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita maknai kemerdekaan dengan menjadi pelajar yang merdeka dari kecelakaan lalu lintas, merdeka dari judi online, merdeka dari kekerasan antar pelajar, dan merdeka dari rasa takut saat berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Tak hanya soal lalu lintas, Polres Magetan juga menyiapkan edukasi menghadapi perkembangan teknologi. Erik menyampaikan rencana pelatihan artificial intelligence (AI) secara gratis bagi para siswa.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelajar mengenali foto atau gambar asli dengan hasil manipulasi, sekaligus membedakan informasi yang benar dengan hoaks. Langkah ini diharapkan membuat pelajar lebih kritis dan bertanggung jawab ketika menggunakan media sosial.
Suasana upacara pun tidak berlangsung kaku. Kapolres menggelar kuis interaktif dengan para siswa. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas, kenakalan remaja, hingga penggunaan media sosial.
Siswa yang mampu menjawab pertanyaan mendapat doorprize, seperti helm dan cokelat. Cara tersebut membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima sekaligus menciptakan komunikasi dua arah antara polisi dan pelajar.
Melalui Kapolres Magetan Goes to School, Polres Magetan menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan terhadap generasi muda. Edukasi tidak hanya diarahkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, tetapi juga membentuk generasi yang disiplin, berkarakter, cerdas bermedia sosial, dan mampu menjaga masa depannya. (Gal/PK)



